Bos Bukalapak Beberkan Pemicu Pendapatan Melonjak 90 Persen

17 hours ago 6

DIREKTUR PT Bukalapak.com Tbk, Victor Putra Lesmana, membeberkan bagaimana strategi perseroan menghentikan bisnis e-commerce fisik mulai membuahkan hasil. Setelah menutup lini usaha tersebut pada Oktober 2024, Bukalapak mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 90 persen secara tahunan (year on year) pada 2025. Di saat yang sama, adjusted EBITDA Bukalapak berbalik positif pada awal 2026 setelah sebelumnya mencatat kerugian ratusan milliar rupiah. 

Victor menjelaskan keputusan menghentikan bisnis e-commerce fisik diambil setelah perusahaan mengevaluasi sekitar 45 lini usaha. Menurut dia, bisnis tersebut dinilai tidak lagi berkelanjutan karena hanya menyumbang kurang dari 3 persen terhadap total pendapatan, tetapi menjadi penyebab kerugian terbesar perusahaan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kami melihat bahwa ini bisnis yang tidak pernah bisa sustainable di Indonesia. Dan akhirnya kami mengambil keputusan bahwa pada pada Oktober 2024 kami tidak melanjutkan bisnis physical e-commerce lagi, walaupun yang digital masih”, ujar Victor di Gedung Tempo, Senin, 20 Juli 2026.

Ia mengatakan penghentian bisnis tersebut menjadi bagian dari restrukturisasi perusahaan berkode saham BUKA tersebut. Bukalapak kemudian memusatkan fokus pada sekitar 12 bisnis yang dikelompokkan ke dalam empat segmen, yakni Bukalapak, gaming, investment, dan retail. Menurut dia, perubahan struktur dilakukan agar setiap lini usaha memiliki arah bisnis yang lebih jelas sekaligus meningkatkan transparansi kepada investor dan pemegang saham.

Menurut Victor, langkah restrukturisasi perusahaan mulai menunjukkan hasil. "Revenue kita tetap naik. Kalau kita lihat dari 2024 ke 2025, kenaikannya itu 90 persen year on year, sedangkan profitabilitasnya juga terus meningkat," ujarnya. Ia mengatakan adjusted EBITDA yang sebelumnya mencatat kerugian ratusan miliar rupiah kini telah berubah menjadi positif pada awal 2026. 

Meski demikian, Victor menjelaskan laba bersih perusahaan masih dipengaruhi penyesuaian nilai investasi yang harus dicatat setiap kuartal sesuai standar akuntansi. Karena itu, menurut dia, laba bersih belum sepenuhnya mencerminkan kondisi operasional perusahaan.

"Sebenarnya dari awal memang kita tidak pernah mengklaim kalau kita sudah positif," ujar Victor. Ia mengatakan adjusted EBITDA menjadi indikator yang lebih tepat untuk menggambarkan kinerja operasional Bukalapak karena laba bersih masih dipengaruhi fluktuasi nilai investasi di pasar modal

Adapun bisnis gaming kini menjadi kontributor terbesar pendapatan perusahaan. Melalui platform Itemku dan AFAK Gaming, Bukalapak telah memperluas pasar ke sejumlah negara di Asia Tenggara, Eropa, hingga Amerika Serikat. Ekspansi internasional tersebut, kata dia, menjadi salah satu motor pertumbuhan perusahaan setelah restrukturisasi bisnis. 

Ke depan, Bukalapak menargetkan setiap unit usaha dapat berkembang secara mandiri dengan tim dan kepemimpinan masing-masing. Victor mengatakan model tersebut disiapkan agar setiap lini bisnis memiliki jalur menuju profitabilitas dan membuka peluang untuk berkembang secara independen, termasuk melalui spin-off apabila telah mencapai skala usaha yang memadai. 

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |