BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan buka suara ihwal video pelatihan calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan yang berjalan di atas api.
Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Erfan Kurniawan mengatakan jalan di atas api merupakan salah satu sesi dalam Program Orientasi Persiapan Kerja (OPK). OPK merupakan bagian dari proses pembentukan sumber daya manusia BPJS Ketenagakerjaan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Program ini dirancang sebagai fondasi awal bagi calon karyawan agar memiliki kompetensi, integritas, etika kerja, karakter, serta kesiapan mental yang selaras dengan nilai-nilai organisasi dan prinsip tata kelola yang baik (good governance), sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta,” kata Erfan dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 2 Agustus 2026.
Erfan menjelaskan, OPK disusun secara terstruktur, sistematis, dan terukur melalui berbagai metode pembelajaran yang saling melengkapi, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Pendekatan yang digunakan dalam OPK ini bertujuan membangun kompetensi teknis, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, komunikasi, disiplin, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian sebagai bekal dalam menjalankan tugas pelayanan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Erfan mengungkapkan pelatihan berjalan di atas api merupakan salah satu metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan program. Metode pembelajaran dalam OPK terdiri atas berbagai materi dan simulasi yang dirancang untuk membentuk kompetensi, karakter, dan kesiapan calon karyawan secara menyeluruh.
"Perlu kami tegaskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan substansi utama maupun kewajiban dalam keseluruhan rangkaian OPK,” kata Erfan. “Aktivitas tersebut hanya merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk membantu membangun kepercayaan diri, pengendalian diri, disiplin, dan ketangguhan mental peserta.”
Di samping itu, BPJS Ketenagakerjaan memastikan seluruh rangkaian program OPK dilaksanakan dengan pendampingan instruktur yang kompeten, melalui prosedur yang telah dipersiapkan, serta mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan peserta.
"Kami juga memastikan seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berada dalam kondisi baik dan saat ini telah siap menjalankan tugas memberikan pelayanan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia," tutur Erfan.
BPJS Ketenagakerjaan juga menghargai berbagai masukan yang disampaikan masyarakat sebagai bagian dari upaya evaluasi dan penyempurnaan program secara berkelanjutan. "Evaluasi akan terus kami lakukan agar setiap metode pembelajaran yang diterapkan tetap selaras dengan tujuan pengembangan sumber daya manusia yang profesional, menjunjung tinggi aspek keselamatan, serta memenuhi prinsip tata kelola yang baik," ujar Erfan.
Warganet sebelumnya menyoroti video yang memperlihatkan sejumlah calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan berjalan menginjak bara api tanpa memakai alas kaki. Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun instagram @melaniesubono dan @badanperwakilannetizen.
"Skil penting calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan harus bisa jalan di atas api. Kira-kira berapa budget pelatihan ini?," bunyi keterangan tersebut.
"Amazing," tulis Melanie Subono dalam video yang diunggahnya 31 Juli 2026.
Berdasarkan video yang dilihat Tempo pada Ahad, 2 Agustus 2026, sejumlah peserta yang disebut sebagai calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan menggunakan baju hijau lengan panjang, celana hitam, memaki topi dan id card. Mereka terlihat berada di hutan didampingi beberapa orang berseragam loreng tentara dan peserta lain tampak menyaksikan sambil duduk.
"Jamsostek, Jamsostek, Jamsostek Jaya," ujar pria dalam video tersebut sambil mengepalkan tangan saat melewati parit terisi bara api.
Seorang pria tampak menyiram cairan bahan bakar minyak ke atas bara sehingga api membumbung saat siswa berjalan.
Setelah melewati bara api, tampak kaki siswa tersebut dicelupkan ke ember berwarna hijau berisi air sambil mengatakan, "Siswa telah menyelesaikan fire walk, laporan selesai," kata dia.
Aksi yang sama juga dilakukan peserta perempuan berikutnya. Setelah selesai calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan ini juga mencelupkan kaki ke ember.

















































