ATLET tungal putra Indonesia Jonatan Christie gagal meraih gelar juara Indonesia Open 2026 setelah kalah dari wakil Kanada Victor Lai pada partai final di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad, 7 Juni 2026. Jonatan menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 19-21, 8-21. Kekalahan itu membuat harapan tuan rumah mengakhiri penantian gelar tunggal putra di Indonesia Open kembali tertunda.
Seusai pertandingan, Jonatan mengakui dirinya tidak mampu mengatasi tekanan yang dirasakan sejak awal laga. Menurut dia, faktor tersebut lebih berpengaruh dibanding kartu kuning yang diterimanya pada gim kedua. "Saya merasa memang pressure dari awal main. Ketegangannya juga cukup terasa besar," kata Jonatan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pada gim pertama, pertandingan berlangsung ketat. Kedua pemain saling kejar angka sejak awal hingga memasuki fase-fase krusial. Jonatan sempat menyamakan kedudukan menjadi 13-13 melalui pukulan net yang mengecoh lawan.
Namun, Victor Lai tampil lebih tenang dalam mengelola permainan pada poin-poin akhir. Sejumlah kesalahan sendiri yang dilakukan Jonatan membuat pemain Kanada itu berhasil mengamankan gim pertama dengan skor 21-19. "Saya rasa saya enggak bisa handle hal tersebut di dalam lapangan tadi," ujar pemain yang akrab disapa Jojo itu.
Memasuki gim kedua, Victor semakin percaya diri. Pemain berusia 21 tahun tersebut mampu mempertahankan konsistensi permainan, sementara Jonatan kesulitan menemukan ritme terbaiknya. Lai terus menekan dengan permainan yang rapi dan disiplin hingga menutup pertandingan dengan kemenangan telak 21-8 untuk memastikan gelar Indonesia Open 2026.
Jonatan menilai ketenangan menjadi faktor pembeda antara dirinya dan lawannya pada pertandingan tersebut. Menurut dia, Victor mampu menjalankan strategi dengan lebih baik sepanjang laga. "Victor bermain jauh lebih tenang, dia bermain lebih sabar, dan dari pengendalian dirinya, dia jauh lebih bisa membuat strategi yang ingin dijalankan berhasil. Mungkin itu saja sih perbedaannya," kata Jonatan.
Meski gagal mempersembahkan gelar juara di hadapan publik sendiri, Jonatan tetap menyampaikan apresiasi kepada para pendukung yang memadati Istora sepanjang turnamen.
Ia juga meminta maaf karena belum mampu memenuhi harapan pecinta bulu tangkis Indonesia. "Maaf, saya belum bisa memberikan hasil paling maksimal, medali emas. Tapi ini yang bisa saya lakukan, ini yang bisa saya perbuat," ujar Jonatan.
Bagi Victor Lai, kemenangan tersebut menjadi pencapaian terbesar dalam kariernya sejauh ini. Pemain kelahiran Scarborough, Ontario, Kanada, itu tampil impresif sepanjang turnamen dan menutup perjalanannya dengan menundukkan unggulan tuan rumah pada partai puncak.















































