MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengingatkan para penerima beasiswa garuda agar menyadari besarnya investasi negara yang diberikan untuk membiayai pendidikan mereka di luar negeri. Dia mengungkapkan, biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk seorang mahasiswa ke luar negeri bisa mencapai ratusan kali lipat dibandingkan biaya pendidikan mahasiswa di dalam negeri.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Karena itu, dia meminta para penerima beasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengembalikan investasi tersebut melalui kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
"Anda tahu bahwa beasiswa Anda itu berlipat-lipat uang negara diberikan kepada Anda dibandingkan kita untuk membiayai sekolah di dalam negeri. Ada yang seratus kali, ada yang dua ratus kali," kata Brian saat memberikan pembekalan kepada penerima beasiswa garuda dan peserta program SMA Unggul Garuda Transformasi di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta Selatan, pada Kamis, 9 Juli 2026.
Brian mengatakan besarnya biaya yang dikeluarkan negara bukan berarti para penerima beasiswa memiliki utang yang harus dibayar dengan uang. Menurut dia, bentuk pengembalian yang diharapkan adalah dengan kontribusi atau menghadirkan manfaat bagi Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan.
"Anda punya tanggung jawab. Anda bertanggung jawab mengembalikan nanti ke bangsa kita dalam bentuk yang lain, mengembalikan dalam bentuk kemajuan bangsa kita," ujarnya.
Dia juga mengingatkan para mahasiswa agar tidak bergantung terus pada bantuan pemerintah setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Menurut Brian, mahasiswa yang telah memperoleh kesempatan belajar di kampus-kampus terbaik dunia harus berani mencari peluang dan pendanaan secara mandiri jika ingin melanjutkan studi.
"S1 selesai, jangan nuntut lagi, 'mana beasiswa S2?' Jangan. Anda sudah ke luar negeri, cari beasiswa di sana. Ada profesor yang bagus, dekati dia. Minta beasiswa dari profesornya," kata dia.
Selain itu, Brian meminta para penerima beasiswa memiliki karakter pantang menyerah selama menempuh pendidikan di luar negeri. Ia menilai tantangan dan kegagalan merupakan bagian dari proses pembentukan karakter, bukan sesuatu yang harus dikeluhkan.
Menurut dia, mahasiswa Indonesia perlu memiliki ketekunan, kegigihan, daya juang, serta tetap rendah hati agar mampu bersaing di tingkat global. "Semua keberhasilan lahir dari proses yang panjang, tidak ada yang instan," kata Brian.
Ia pun berpesan agar para penerima beasiswa menyerap ilmu dari negara-negara maju dan membawa pengetahuan tersebut kembali demi mendorong kemajuan bangsa Indonesia.


















































