PENYIDIK Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pasokan batu bara, tindak pidana pencucian uang (TPPU), hingga suap perkara PT Asabri. Dalam penggeledahan yang berlangsung kurang dari 24 jam sejak Rabu, 8 Juli 2026, polisi menyita 74 kilogram emas batangan serta uang tunai senilai sekitar Rp 540 miliar dalam bentuk rupiah dan valuta asing.
Kepala Kortastipidkor Polri Inspektur Jenderal Totok Suharyanto mengatakan penyidik menemukan emas batangan itu saat menggeledah sebuah rumah di Sentul, Bogor. "Ditemukan brankas terkunci, saat dibuka berisi tujuh koper," kata Totok di Bogor, Kamis dini hari, 9 Juli 2026.
Dari rumah tersebut, penyidik menyita 74 kilogram emas batangan. Mereka juga menemukan uang tunai senilai US$ 4.767.300 dan SGD 14.083.800. Nilai kedua mata uang asing itu diperkirakan mencapai sekitar Rp 476 miliar.
Sebelumnya, penyidik menyita SGD 3.130.000 dan US$ 889.965 saat menggeledah brankas di Kafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan. Polisi juga menyita uang senilai Rp 7,2 miliar dalam 16 jenis mata uang asing dari Koin Money Changer.
Sejak Rabu hingga Kamis dini hari, penyidik menggeledah 12 lokasi dalam penyidikan perkara TPPU dan suap terkait PT Asabri, kasus dugaan korupsi pasokan batu bara yang menyebabkan blackout di Sumatera, serta perkara PT Krakatau Steel.
Penyidik menggeledah kantor PT CBS di Cengkareng Timur, Jakarta Barat, dan Penjaringan, Jakarta Utara; kantor PT KNI di Petojo Selatan, Jakarta Pusat; rumah seorang berinisial MN di Tangerang Selatan; serta Koin Money Changer di Cipete Selatan, Jakarta Selatan.
Selain itu, penyidik menggeledah rumah seorang berinisial TK di Mega Kuningan, Jakarta Selatan; kantor DMG di Kuningan, Jakarta Selatan; kantor PT TML di Karet Kuningan, Jakarta Selatan; rumah seorang berinisial DR di Gandaria Selatan, Jakarta Selatan; serta kediaman MILDK di Apartemen Pacific Place.
Totok mengatakan penyidik masih berpeluang memperluas penggeledahan seiring pengembangan penyidikan yang terus berlangsung.
Pilihan Editor: Siapa Ferry Hongkiriwang Pemicu Konflik Jaksa-Polisi


















































