Agrinas Gandeng UGM Perkuat Riset dan Inovasi Perkebunan

9 hours ago 8

PT Agrinas Palma Nusantara (APN) menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkuat riset, pengembangan teknologi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya ini untuk mendukung transformasi sektor perkebunan dan ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan perusahaan tidak dapat bekerja sendiri dalam mengelola jutaan hektare perkebunan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi dinilai penting untuk menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat implementasi prinsip keberlanjutan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Saat ini kami mengelola sekitar 4,11 juta hektare lahan sawit dari Aceh hingga Papua. Dengan luasan tersebut, kami membutuhkan dukungan akademik melalui fungsi tridarma perguruan tinggi, mulai dari riset, pengembangan teknologi, hingga peningkatan kapasitas SDM," kata Ghani di UGM, Sabtu, 30 Mei 2026.

Menurut Ghani, ruang lingkup kerja sama tidak hanya terbatas pada komoditas kelapa sawit. Ke depan, kolaborasi akan diperluas untuk mendukung pengembangan komoditas strategis lain seperti jagung, kedelai, dan singkong yang berperan penting dalam agenda ketahanan pangan nasional.

Ia menilai keterlibatan petani menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sektor perkebunan. Karena itu, Agrinas tengah mendorong pola kemitraan yang lebih berkelanjutan dan tidak sekadar bersifat transaksional.

"Kami ingin membangun hubungan yang lebih kuat dengan petani sehingga produktivitas mereka dapat meningkat dan kesenjangan dengan produktivitas korporasi bisa diperkecil," ujarnya.

Untuk mendukung target tersebut, Agrinas membentuk dua direktorat khusus yang menangani aspek keberlanjutan lingkungan dan sosial. Menurut Ghani, langkah itu merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan praktik bisnis perkebunan berjalan sesuai prinsip keberlanjutan.

"Kami merumuskan kebijakan agar Agrinas menjadi perusahaan yang patuh terhadap prinsip sustainability, baik dari sisi lingkungan maupun sosial. Model seperti ini masih relatif jarang diterapkan di industri perkebunan Indonesia," katanya.

Selain riset dan pengembangan teknologi, Agrinas juga berencana membangun pusat perbanyakan benih unggul serta mengembangkan sistem digital yang dapat membantu meningkatkan produktivitas petani.

Rektor UGM Ova Emilia menyambut baik kerja sama tersebut. Menurut dia, pengembangan sektor perkebunan harus diarahkan pada konsep pertanian berkelanjutan yang tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

"Keberhasilan sebuah program bukan hanya diukur dari hasil produksi, tetapi juga sejauh mana program itu mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata dan berkelanjutan," ujar Ova.

UGM, kata dia, siap mendukung kerja sama melalui berbagai disiplin ilmu, mulai dari pertanian, ekonomi, sosial, hingga hukum. Kampus juga membuka peluang penguatan kapasitas SDM melalui program pendidikan sarjana dan pascasarjana yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Selain itu, keterlibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dinilai dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.

Kerja sama antara Agrinas Palma Nusantara dan UGM juga mencakup pengembangan model pembiayaan inovatif bagi perguruan tinggi melalui dukungan sebagian keuntungan bisnis perusahaan. Kedua pihak berharap sinergi tersebut dapat menghasilkan berbagai inovasi yang memperkuat sektor perkebunan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung agenda besar ketahanan pangan Indonesia.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |