KEKALAHAN Brasil dari Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi pertandingan terakhir Neymar bersama tim nasional. Seusai laga, penyerang berusia 34 tahun itu mengumumkan pensiun dari Selecao, mengakhiri karier internasional yang dimulainya pada 2010.
Keputusan itu sekaligus menutup ambisi Neymar membawa Brasil kembali menjuarai Piala Dunia. Turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi kesempatan terakhirnya mengejar trofi yang tak pernah berhasil ia raih selama membela tim nasional. "Saya sudah mencoba. Saya sudah mencoba. Kini semuanya telah berakhir. Semuanya dimulai di Stadion MetLife, dan saya juga mengakhirinya di sini," ucap dia kepada Globo.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Neymar memang memiliki ikatan khusus dengan Stadion MetLife di New Jersey. Di stadion yang sama, ia menjalani debut bersama tim nasional senior Brasil dalam laga persahabatan melawan Amerika Serikat pada Agustus 2010 saat masih berusia 18 tahun. Kala itu, bintang muda Santos tersebut juga mencetak gol internasional pertamanya dan segera diproyeksikan sebagai penerus generasi emas Brasil setelah era Ronaldinho, Kaka, dan Ronaldo Nazario. Dalam waktu singkat, Neymar menjadi pusat permainan sekaligus ikon baru Selecao.
Perjalanan internasional Neymar berlangsung beriringan dengan harapan besar publik Brasil untuk kembali menguasai sepak bola dunia. Pada Piala Dunia 2014 saat Brasil menjadi tuan rumah, ia tampil sebagai tumpuan utama sebelum cedera punggung pada perempat final mengakhiri turnamennya lebih cepat. Tanpa Neymar, Brasil menelan kekalahan telak 1-7 dari Jerman di semifinal. Ini menjadi salah satu momen paling kelam dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Empat tahun kemudian, Brasil kembali gagal setelah disingkirkan Belgia pada perempat final Piala Dunia Rusia 2018. Di Qatar pada 2022, Neymar membawa Selecao kembali mencapai delapan besar. Golnya pada babak tambahan waktu melawan Kroasia sempat membuka jalan menuju semifinal, tetapi Kroasia menyamakan kedudukan menjelang laga usai sebelum menyingkirkan Brasil melalui adu penalti.
Cedera ligamen lutut yang dialaminya pada 2023 sempat memunculkan keraguan apakah ia masih mampu tampil di Piala Dunia berikutnya. Neymar memilih bertahan dan menjalani proses pemulihan panjang demi satu kesempatan terakhir bersama tim nasional. Namun, di Piala Dunia 2026 ia kembali diganggu cedera betis kanan yang membuatnya hanya tampil dalam dua dari lima pertandingan Brasil. Ia hanya bermain selama 15 menit saat menghadapi Skotlandia di fase grup, lalu masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-67 ketika menghadapi Norwegia.
Brasil datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu tim yang dijagokan meraih gelar juara. Selecao diperkuat sejumlah pemain yang tampil di klub-klub elite Eropa, seperti Vinícius Junior, Raphinha, Gabriel, hingga Alisson Becker. Kehadiran Carlo Ancelotti di kursi pelatih turut mengangkat ekspektasi publik. Pelatih asal Italia itu datang dengan reputasi sebagai pelatih tersukses dalam sejarah Liga Champions. Namun, kombinasi skuad bertabur bintang dan pengalaman Ancelotti belum mampu mengakhiri puasa gelar Piala Dunia Brasil.
Brasil sebenarnya berpeluang unggul lebih dulu ketika mendapat hadiah penalti pada babak pertama. Namun, eksekusi Bruno Guimaraes berhasil digagalkan kiper Norwegia, Orjan Nyland. Norwegia tampil lebih efektif pada babak kedua. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-79 ketika Erling Haaland menanduk umpan silang Andreas Schjelderup untuk membawa timnya unggul. Saat Brasil berusaha menyamakan kedudukan, Haaland kembali menghukum lini belakang Selecao pada menit ke-90 melalui tembakan mendatar dari luar kotak penalti setelah menerima assist kedua dari Schjelderup.
Brasil baru mampu memperkecil ketertinggalan pada masa injury time setelah Casemiro dilanggar di dalam kotak penalti. Neymar yang masuk sebagai pemain pengganti sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-90+10. Gol tersebut hanya menjadi hiburan karena peluit panjang berbunyi beberapa saat kemudian. Norwegia menang 2-1 dan melaju ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Gol tersebut juga menjadi catatan istimewa bagi Neymar. Ia menjadi pemain Brasil kedua setelah Pele yang mampu mencetak gol di empat edisi Piala Dunia. Ia mengakhiri karier internasional sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil dengan 80 gol, melampaui rekor Pelé yang mengoleksi 77 gol. Neymar juga menempati urutan kedua pemain dengan penampilan terbanyak bersama Selecao dengan 130 pertandingan, hanya kalah dari Cafu yang mencatatkan 142 penampilan.
Pelatih Carlo Ancelotti mengakui hasil tersebut sangat menyakitkan. Namun, ia menegaskan Brasil harus segera bangkit. "Ini hasil yang sangat mengecewakan dan kami semua benar-benar sedih. Para pemain sudah bekerja sangat keras. Saya tidak merasa kami pantas kalah, tetapi kami harus menerimanya," kata Ancelotti seperti dikutip dari ESPN. "Begitulah sepak bola. Terkadang Anda harus menerima rasa pahit kekalahan. Kami akan menggunakan kekalahan ini sebagai bahan bakar untuk memulai siklus baru."
Kekecewaan serupa diungkapkan Casemiro seusai pertandingan. Gelandang berusia 34 tahun itu mengatakan seluruh pemain telah memberikan yang terbaik, tetapi gagal mewujudkan mimpi membawa Brasil kembali menjadi juara dunia. "Kami melakukan yang terbaik, tetapi kami kehilangan mimpi kami. Kami mengecewakan seluruh rakyat Brasil. Kami akan selalu dikenang sebagai generasi yang tidak memenangkan Piala Dunia," ujarnya.
Selecao terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada 2002 di Jepang dan Korea Selatan setelah mengalahkan Jerman 2-0 di final melalui dua gol Ronaldo Nazario. Sejak saat itu, Brasil berulang kali datang sebagai salah satu unggulan, tetapi selalu gagal mengakhiri puasa gelar. Piala Dunia 2026 pun menjadi kesempatan yang kembali terlewat.
Meski demikian, karier internasional Neymar tidak hanya dikenang lewat statistik. Ia juga membawa Brasil menjuarai Piala Konfederasi 2013 serta meraih medali emas Olimpiade 2016. Berakhirnya karier internasional Neymar sekaligus membuka babak baru bagi Brasil. Selecao kini menghadapi tantangan mencari sosok yang mampu memikul peran sebagai pewaris nomor 10, nomor yang selama lebih dari satu dekade identik dengan salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola Brasil.














































