Alasan PBNU Pilih Pesantren Tambakberas Jadi Lokasi Muktamar

6 hours ago 2

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur sebagai lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35. Katib Syuriyah PBNU Ahmad Tajul Mafakhir mengatakan pertimbangan historis, strategis, dan kesiapan teknis menentukan pemilihan lokasi tersebut.

“Secara historis Tambakberas merupakan salah satu titik episentrum sejarah NU,” kata dia ketika dihubungi pada Rabu, 8 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dia menjelaskan, Pesantren Tambakberas ini lekat dengan sosok Kiai Haji Abdul Wahab Chasbullah sebagai salah satu mu’assis dan penggerak utama jamiyah NU. “Pelaksanaan Muktamar di lokasi ini adalah wujud tabarrukan sekaligus napak tilas perjuangan para pendiri,” ucapnya.

Tajul mengatakan, pengalaman Pesantren Tambakberas menghelat forum tertinggi PBNU pada 2015 silam juga menjadi pertimbangan. Menurut dia, pengalaman itu cukup memberi modal manajerial dan pedoman bagi panitia lokal saat ini.

“Keberadaan beberapa pesantren penyangga di sekitar Jombang sangat mendukung kelancaran acara,” ucap Wakil Sekretaris SC Munas-Konbes dan Muktamar ini.

Tajul menilai kesiapan teknis itu bisa memudahkan panitia dalam menggelar Muktamar ke-35 NU pada Agustus mendatang. Mulai dari urusan pembagian konsentrasi massa, lokasi sidang komisi, hingga penyediaan fasilitas pendukung lainnya.

Adapun keputusan memilih Pesantren Tambakberas sebagai lokasi Muktamar ke-35 diambil dalam rapat gabungan antara Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU. Tajul mengatakan jajaran pengurus mendengarkan seluruh aspirasi yang masuk ihwal lokasi Muktamar ke-35.

“Sesuai hasil Munas dan Konbes yang lalu, pengurus wilayah sebagai pemilik mandat penentuan lokasi muktamar sudah menyerahkan penentuannya ke PBNU,” kata Tajul.

Selain menetapkan lokasi Muktamar ke-35 NU, rapat memutuskan waktu pelaksanaan forum lima tahunan itu mundur. Muktamar tahun ini diputuskan digelar pada 27 sampai 30 Agustus, mundur dari jadwal yang diketok sebelumnya pada 1 sampai 5 Agustus.

Tajul menjelaskan, penyesuaian waktu pelaksanaan dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian PBNU dalam menghelat Muktamar ke-35. Tujuannya, kata dia, agar persiapan dan pelaksanaan acaranya tidak dilakukan terburu-buru.

“Keputusan ini diambil semata-mata untuk memastikan seluruh prasyarat ideal permusyawaratan terpenuhi dengan baik demi kelancaran dan kenyamanan seluruh peserta,” ujar Tajul.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |