PUBLIK mengkritik frekuensi perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo Subianto dalam 1,5 tahun menjabat. Namun Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengklaim perjalanan tersebut tidak sia-sia karena total investasi asing yang masuk ke Indonesia sebanyak Rp 2.430 triliun.
“Total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun ini adalah sekitar Rp 2.430 triliun, itu data dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal),” kata dia lewat keterangan video, Senin, 1 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Teddy mencotohkan ketika Presiden melawat ke Jepang dan Korea Selatan pada akhir Maret 2026. Kunjungan itu menghasilkan investasi sekitar Rp 575 triliun.
Mengutip data siaran pers Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Penanaman Modal Asing (PMA) selama Prabowo menjabat presiden adalah sebesar Rp 1.396,7 triliun; sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak Rp 1.486,1 triliun. Total dua sumber investasi itu adalah Rp 2.882,8 triliun dengan komposisi PMA 48,45 persen dan PMDN 51,55 persen.
Berikut rincian PMA dan PMDN yang dimaksud:
Triwulan IV 2024
PMDN: Rp 207 triliun
PMA: Rp 245,8 triliun
Total: Rp 452,8 triliun
Triwulan I 2025
PMDN: Rp 234,8 triliun
PMA: Rp 230,4 triliun
Total: Rp 465,2 triliun
Triwulan II 2025
PMDN: Rp 275,5 triliun
PMA: Rp 202,2 triliun
Total: Rp 477,7 triliun
Triwulan III 2025
PMDN: Rp 279,4 triliun
PMA: Rp 212 triliun
Total: Rp 491,4 triliun
Triwulan IV 2025
PMDN: Rp 240,6 triliun
PMA: Rp 256,3 triliun
Total: Rp 496,9 triliun
Triwulan I 2026
PMDN: Rp 248,8 triliun
PMA: Rp 250 triliun
Total: Rp 498,8 triliun
Jika merujuk nilai investasi asing yang dimaksud Teddy, angka Rp 2.430 triliun tersebut adalah gabungan total PMA dan PMDN dari periode triwulan I-IV tahun 2025 ditambah triwulan I 2026. Komposisi investasi PMDN sebesar 52,64 persen dan PMA sebesar 47,36 persen.
Prabowo Subianto dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024 atau dalam triwulan IV. Maka sejak Prabowo menjabat, realisasi investasi asing sejak triwulan IV 2024 hingga triwulan I 2026 sebesar Rp 1.396,7 triliun.















































