GELARAN bazar wewangian lokal Jagat Aroma di City Hall Pondok Indah Mall dipenuhi pengunjung sejak Jumat, 29 Mei 2026. Lebih dari 100 merek parfum buatan dalam negeri, baik brand yang sudah dikenal luas maupun pemain baru, memanfaatkan ajang ini untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.
Pameran yang digelar The People's Pleasure itu menjadi etalase perkembangan industri parfum Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir tumbuh pesat. Pertumbuhan itu ditandai dengan semakin banyaknya merek baru, inovasi produk, serta meningkatnya minat konsumen terhadap wewangian lokal.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Operation Manager The People Pleasure Nugroho Adi mengatakan, dalam 10 kali pameran parfum lokal yang mereka selenggarakan sejak 2024, pengunjung selalu membeludak. Dalam event di AEON Tanjung Barat pada akhir 2025, misalnya, jumlah pengunjung mencapai sekitar 60-70 ribu orang selama lima hari. Ramainya pengunjung juga terlihat dalam event mereka di Pondok Indah Mall tahun lalu yang mencapai 30 ribu orang.
Menurut dia, kombinasi antara variasi merek, promosi, dan kehadiran brand populer menjadi daya tarik utama acara tersebut. Di Jagat Aroma, brand parfum yang selalu mendapat perhatian besar antara lain Humans (HMNS), Project 1945, dan Octarine. Ada juga Bali Surfer’s Perfume dari Bandung. “Antusiasme orang-orang selalu tinggi,” ujar Nugroho kepada Tempo, Selasa, 26 Mei 2026.
Setiap pameran juga muncul brand-brand parfum lokal yang menawarkan aroma eksklusif. "Jagat Aroma sudah hampir satu setengah tahun jalan, selalu ada brand baru yang masuk,” katanya.
Di antara banyak brand parfum yang ramai dikunjungi di Jagat Aroma kali ini adalah Bali Surfer’s Perfume (BSP). Merek wewangian dari Bandung ini menawarkan diskon 15 persen untuk pembelian satu botol ukuran 100 mililiter. Mereka juga memberikan bonus produk 37 mililiter untuk setiap pembelian dua botol ukuran 100 mililiter.
Selain itu, BSP meluncurkan varian baru Surfing under the Moonlight yang memadukan aroma citrus, woody, dan rempah. Mengusung nama Bali, merek parfum yang ada sejak 2021 ini banyak menghadirkan aroma segar yang terinspirasi dari suasana dan semangat Pulau Dewata. Bagi pendirinya, Bali bukan sekadar destinasi wisata, melainkan representasi Indonesia yang dinamis, aktif, dan dekat dengan alam tropis. Karakter tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam koleksi parfum yang didominasi wangi segar dan tropikal, layaknya sensasi angin laut dan aktivitas para peselancar di pantai Bali. “Semangat itu yang dipakai, fresh, aktif, dan dinamis. Kami juga ada (aroma) yang kalem, tapi memang didominasi yang fresh,” kata Enrico, Sales Manager BSP yang ditemui di sela-sela pameran.
Pengunjung juga meramaikan booth Followme yang hari itu menghadirkan influncer boxing Wilda Muflihah. Merek parfum ini menawarkan aroma segar buah-buahan tropis yang dipadukan dengan patchouli (nilam).
Henry Suhardja, Direktur Followme, mengatakan bahwa brand parfum yang sudah hampir 30 tahun itu menghasilkan produk wewangian niche. Mereka memakai banyak aroma yang berasal dari Indonesia seperti nilam, cendana, kayu manis, dan cengkih. “Brand kami lebih ke niche untuk orang yang mau menciptakan parfum atau semacam kreator wangi-wangian,” kata dia.
Menyasar Pasar Malaysia dan Singapura
Merek parfum local tidak hanya dikenal di dalam negeri. Sejumlah merek sudah menjangkau pasar Asia Tenggara, terutama Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Para pemangku kepentingan dari Malasia dan Singapura juga hadir di Jagat Aroma pada Sabtu, 30 Mei 2026. Di antara tamu dari negara tetangga yang hadir adalah Founder Me-You Market di Singapura, Nur Atiqah, dan General Manager, Fragrance Festival Malaysia (FFM), Anis Safiqah.
Nugroho mengatakan, kehadrian perwakilan industri wewangian dari Malaysia dan Singapura merupakan komitmen untuk membantu merek-merek lokal itu punya pasar global. “Jadi enggak cuma jadi raja di Indonesia, tapi mulai merambah negara-negara tetangga,” katanya.
Beberapa brand bahkan sudah punya gerai di Malaysia dan Singapura, seperti HMNS dan Alchemist. Ia berharap ini akan membuka jalan merek-merek parfum lokal lain untuk berani merambah negara tetangga.
















































