Bos PLN Beberkan PLTU yang Akan Dapat Pasokan Batu Bara

9 hours ago 6

DIREKTUR Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PT PLN Darmawan Prasodjo menyatakan pihaknya tengah menyalurkan batu bara berkalori menengah (medium rank coal) ke sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa. PLTU yang dialiri pasokan batu bara itu terdiri atas pembangkit milik PLN, mitra PLN, maupun milik Independent Power Producer (IPP).

Sejumlah PLTU yang akan menerima pasokan medium rank coal itu meliputi PLTU di Jawa bagian barat seperti PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1 sampai dengan 8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, PLTU Indramayu.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Berikutnya adalah PLTU di Jawa bagian timur di antaranya PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, dan PLTU Tanjung Awar-awar.

“Kami atas nama PT PLN (Persero) ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir,” kata Darmawan dalam konferensi pers pada Jumat malam, dikutip dari siaran langsung YouTube Garuda TV, Sabtu, 20 Juni 2026.

PLN tengah mempercepat pengadaan pasokan batu bara untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik. Batu bara tersebut memiliki tingkat kandungan kalori menengah (medium rank coal).  “Kami juga mempercepat penandatanganan kontrak kepada para pemasok batu bara, terutama medium rank coal yang sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah,” ucapnya, dikutip dari Antara.

Dalam proses percepatan pengadaan pasokan batu bara, Darmawan melakukan koordinasi intens dan berkelanjutan dengan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno.

Melalui koordinasi tersebut, Darmawan berharap agar proses penandatanganan kontrak bisa berjalan dengan cepat. “Dengan alokasi medium rank coal dan juga arahan dari Bapak Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia), PLN akan melakukan perbaikan agar proses penyediaan tenaga listrik bisa berjalan dengan lancar,” ucap Darmawan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan total kebutuhan batu bara bagi PLN mencapai 154 juta metrik ton per tahun. Sejauh ini, PLN telah mengantongi kontrak pengadanaan batu bara sebesar 134 juta ton, sehingga kekurangannya hanya berkisar 20 juta ton.

Kementerian ESDM mencermati adanya kendala pada batu bara kalori menengah, khususnya dengan spesifikasi sekitar 5.200 kcal per kg GAR yang dibutuhkan pembangkit PLN. Bahlil lantas membentuk tim pengadaan batu bara kalori menengah untuk mengatasi kendala PLN dalam memenuhi kebutuhan pembangkitnya.

Bahlil juga membuka peluang merevisi harga batu bara bagi PLN di tengah meningkatnya tekanan biaya produksi pemasok dan tantangan menjaga pasokan batu bara kalori menengah. Penyesuaian harga itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO), yang saat ini ditetapkan sebesar US$ 70 per ton bagi PLN.

Adapun pemadaman listrik bergilir terjadi sepanjang 8 Juni hingga 19 Juni 2026 di sebagian wilayah Pulau Jawa. Berdasarkan catatan Tempo, pemadaman listrik telah terjadi di berbagai daerah di seluruh provinsi di Pulau Jawa, termasuk Jakarta.

Terbaru, pemadaman listrik dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah di Yogyakarta serta Serpong, Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat, 19 Juni 2026.

Selain faktor harga DMO, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani menilai terdapat persoalan fundamental lain yang memengaruhi ketersediaan batu bara untuk pembangkit listrik.

Menurut Gita, salah satu penyebabnya adalah kebijakan pemangkasan produksi batu bara melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang membatasi fleksibilitas produsen. “Apalagi saat ini produksi juga sedang dalam proses penyesuaian melalui RKAB, sehingga ruang fleksibilitas produsen tidak sebesar sebelumnya."

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |