
Merak, (ProBanten) – Jasa Raharja Kantor Wilayah Banten kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat upaya preventif keselamatan transportasi melalui pelaksanaan kegiatan Mobil Unit Keselamatan Lalu Lintas (MUKL) dan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di Terminal Terpadu Merak, Jumat, 24 Juli 2026.
Kegiatan ini dipimpin oleh Fawaz Amin selaku Penanggung Jawab Jasa Raharja Samsat Cilegon dan diikuti oleh sekitar 150
peserta yang terdiri dari pengemudi, kenek, penumpang angkutan umum, serta petugas dari BPTD Merak Banten.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Jasa Raharja Kanwil Banten dalam memastikan kondisi kesehatan dan kesiapsiagaan awak angkutan umum tetap prima sebelum menjalankan tugasnya di jalan.
Terminal Terpadu Merak dipilih sebagai lokasi pelaksanaan mengingat posisinya sebagai salah satu kawasan transportasi paling strategis dan padat mobilitas di wilayah Banten, yang menjadi titik pergerakan ribuan penumpang dan ratusan armada angkutan umum setiap harinya.
Para pengemudi dan awak angkutan umum merupakan ujung tombak keselamatan transportasi publik. Setiap hari mereka mengoperasikan kendaraan dengan tanggung jawab besar mengangkut penumpang di berbagai rute perjalanan. Kondisi kesehatan yang tidak optimal — baik akibat kelelahan, tekanan darah tidak terkontrol, maupun gangguan kesehatan lainnya — menjadi salah satu faktor risiko kecelakaan lalu lintas yang kerapnterjadi. Itulah mengapa Jasa Raharja Kanwil Banten hadir langsung ke lapangan melalui kegiatan MUKL dan PPGD ini.
Melalui layanan MUKL, para peserta mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara gratis yang dilakukan langsung oleh tenaga medis profesional dari RS Sari Asih Kota Serang, meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, konsultasi kesehatan, serta pemberian obat dan multivitamin. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan, sehingga dapat meminimalisir risiko kecelakaan akibat faktor kelelahan maupun gangguan kesehatan yang tidak terdeteksi.
Keistimewaan kegiatan ini terletak pada peran aktif tenaga medis profesional dari RS Sari Asih Kota Serang yang tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memberikan edukasi PPGD yang berkaitan langsung dengan penanganan korban kecelakaan lalu lintas. Para peserta dibekali dasar-dasar pertolongan pertama pada situasi darurat di jalan secara komprehensif dan terstandar secara medis.
Materi yang diajarkan adalah teknik penanganan korban tidak sadar, mencakup cara memeriksa kesadaran korban, memposisikan korban dengan aman, serta memastikan jalan napas tetap terbuka sebelum bantuan medis tiba. Peserta juga dilatih teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP), meliputi kompresi dada dan pemberian napas buatan yang benar sebagai respons pertama terhadap korban henti jantung akibat kecelakaan.
Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penanganan luka dan perdarahan, mulai dari cara menghentikan perdarahan, membersihkan luka, hingga melakukan pembalutan darurat yang tepat guna mencegah infeksi dan meminimalisir kehilangan darah.
Tak kalah penting, materi penanganan patah tulang turut diberikan melalui teknik imobilisasi sederhana menggunakan bahan seadanya guna mencegah cedera semakin parah sebelum korban mendapatkan penanganan medis lanjutan. Pelatihan ditutup dengan pembekalan prosedur evakuasi korban yang aman, yakni teknik memindahkan korban kecelakaan tanpa memperburuk kondisi cedera, termasuk penanganan khusus bagi korban dengan dugaan cedera tulang belakang.
Penanggung Jawab Jasa Raharja Samsat Cilegon, Fawaz Amin, menyampaikan bahwa kehadiran tenaga medis profesional dari RS Sari Asih Kota Serang dalam kegiatan ini merupakan komitmen Jasa Raharja untuk menghadirkan pelatihan PPGD yang berkualitas, terstandar, dan berdampak nyata bagi para awak angkutan umum.
“Kami ingin memastikan bahwa pelatihan yang kami berikan kepada para pengemudi benar-benar bermanfaat dan dapat diterapkan di lapangan. Dengan menghadirkan tenaga medis profesional dari RS Sari Asih Kota Serang, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman praktik langsung yang terstandar secara medis. Karena kami percaya, pengemudi
yang sehat dan terlatih adalah investasi terbaik dalam menciptakan perjalanan yang aman bagi seluruh penumpang,” ujar Fawaz Amin.
Di tempat berbeda, Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Banten, Benyamin Bob Panjaitan, menegaskan bahwa upaya preventif merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen Jasa Raharja dalam membangun ekosistem transportasi yang aman dan berkeselamatan di wilayah Banten.
“Pengemudi dan awak angkutan umum adalah garda terdepan keselamatan penumpang. Jasa Raharja hadir memastikan mereka dalam kondisi sehat dan siap menghadapi situasi darurat di jalan. Melalui kegiatan MUKL dan PPGD yang kami laksanakan secara rutin ini, kami berharap tidak hanya menjaga kesehatan para pengemudi, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan mereka sehingga apabila terjadi situasi darurat di jalan, pertolongan pertama dapat diberikan dengan cepat dan tepat sebelum bantuan medis profesional tiba,” ujar Benyamin Bob Panjaitan. (Rid)

5 hours ago
1

















































