FCCPC Usut Dugaan Eksploitasi Konten oleh Raksasa Teknologi

7 hours ago 1

PEMERINTAH Nigeria memerintahkan penyelidikan terhadap sejumlah perusahaan teknologi global, termasuk Meta, Alphabet (induk Google), X, dan platform kecerdasan buatan (AI) generatif. Penyelidikan dilakukan lantaran adanya dugaan praktik anti-persaingan dan pemanfaatan konten berita tanpa kompensasi yang layak kepada perusahaan media.

“Ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Bola Ahmed Tinubu, GCFR kepada FCCPC untuk menindaklanjuti petisi bersama yang diajukan kepada Kepresidenan oleh Organisasi Pers Nigeria (NPO),” kata Corporate Affairs Director, Ondaje Ijagwu dalam siaran pers pada Senin, 6 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ijagwu menyampaikan bahwa penyelidikan dilakukan oleh Federal Competition and Consumer Protection Commission (FCCPC) sesuai dengan arahan Presiden Bola Ahmed Tinubu setelah menerima petisi bersama dari Nigerian Press Organisation (NPO).

NPO merupakan gabungan organisasi media yang terdiri atas Newspaper Proprietors' Association of Nigeria (NPAN), Nigeria Union of Journalists (NUJ), Broadcasting Organisations of Nigeria (BON), dan Guild of Corporate Online Publishers (GOCOP). Organisasi tersebut menilai praktik sejumlah perusahaan teknologi telah mengancam persaingan usaha yang sehat, keberlanjutan bisnis media, serta hak penerbit dan pembuat konten jurnalistik.

Dalam proses penyelidikan, FCCPC akan menelusuri dugaan penyalahgunaan posisi dominan di pasar digital, penggunaan artikel berita dan materi siaran berhak cipta untuk melatih model AI generatif tanpa izin, serta dugaan tidak adanya mekanisme kompensasi yang adil bagi perusahaan media Nigeria.

Tidak hanya itu, FCCPC juga akan menentukan apakah praktik tersebut melanggar Federal Competition and Consumer Protection Act (FCCPA) 2018 maupun aturan lain yang berlaku.

Ketua Eksekutif FCCPC Tunji Bello mengatakan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara independen, transparan, dan berdasarkan bukti. “Kami menyadari pentingnya media bagi demokrasi Nigeria dan peran teknologi dalam mendorong inovasi serta pertumbuhan ekonomi,” kata dia.

Bello turut menyampaikan bahwa pihaknya bertanggung jawab memastikan persaingan di ekosistem digital berlangsung adil, transparan, dan sesuai hukum Nigeria. Menurut dia, penyelidikan itu bukan merupakan bentuk praduga bersalah terhadap perusahaan tertentu. Seluruh pihak yang terlibat akan diberi kesempatan menyampaikan keterangan sebelum komisi mengambil kesimpulan.

Dia menekankan proses tersebut merupakan kesempatan untuk memeriksa fakta secara menyeluruh, mendengarkan semua pihak yang terdampak, dan menentukan apakah telah terjadi praktik anti-persaingan atau praktik bisnis yang tidak adil.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |