MILITER Israel mengatakan pada Senin 8 Juni 2026 bahwa pesawat tempurnya telah menyelesaikan "serangan skala besar" yang menargetkan apa yang disebutnya "sistem pertahanan strategis" di Iran.
Pernyataan militer Israel seperti dilansir Anadolu mengatakan serangan itu diarahkan oleh Direktorat Intelijen dan menargetkan sistem pertahanan yang ditempatkan di beberapa wilayah di seluruh Iran.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pasukan Israel mengklaim bahwa serangan terbaru tersebut telah melumpuhkan sistem-sistem tersebut.
Tidak ada komentar langsung dari otoritas Iran mengenai klaim Israel tersebut.
Konfrontasi Selama Beberapa Hari
Media Israel melaporkan dalam kesempatan terpisah bahwa militer Israel memperkirakan konfrontasi militer yang sedang berlangsung dengan Iran akan berlanjut selama "beberapa hari" di tengah pertempuran kedua negara.
"Penilaian di dalam militer Israel adalah bahwa konfrontasi dengan Iran akan berlanjut selama beberapa hari," kata Radio Angkatan Darat seperti dilansir Anadolu.
Media tersebut mengatakan bahwa militer Israel telah memulai persiapan untuk pengerahan pasukan cadangan secara besar-besaran, tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Sementara itu, Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel memperketat pembatasan pertemuan dan pergerakan di seluruh negeri hingga Senin malam.
Lembaga penyiaran publik KAN mengatakan instruksi baru mengizinkan pertemuan hingga 200 orang di area terbuka dan 500 orang di dalam ruangan, asalkan orang-orang dapat mencapai area yang dilindungi dalam waktu yang dibutuhkan.
Pembatasan tersebut juga mencakup penutupan pantai untuk umum, sementara tempat kerja dapat terus beroperasi jika mereka memiliki akses ke area yang dilindungi dalam waktu yang dibutuhkan, kata sumber yang sama.
Situasi memburuk sejak Ahad malam 7 Juni 2026 ketika Iran meluncurkan rudal ke arah Israel utara. Ini merupakan pemboman pertama sejak gencatan senjata yang rapuh pada awal April, menyusul serangann Israel yang terus menerus di pinggiran selatan Beirut meskipun gencatan senjata masih berlangsung.
Serangan ke Petrokimia Iran
Israel pun membalas dengan beberapa gelombang serangan udara terhadap Iran.
Serangan udara Israel menargetkan sebuah perusahaan petrokimia di Mahshahr, Iran barat daya, pada Senin. Seperti dilaporkan Anadolu, ini menyebabkan kerusakan sebagian pada kompleks industri tersebut, menurut pejabat Iran.
Menurut Kantor Berita Mehr, Valiollah Hayati, wakil gubernur bidang keamanan di provinsi Khuzestan, mengatakan kepada wartawan: “Beberapa menit yang lalu, Perusahaan Petrokimia Karun Mahshahr diserang oleh musuh Zionis, dan sebagian dari kompleks industri ini rusak akibat proyektil yang menghantamnya.”
Menurut Hayati, tidak ada korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan dalam serangan udara tersebut.
Ia menambahkan: “Rincian lebih lanjut tentang tingkat kerusakan serta kemungkinan korban jiwa akan diumumkan.”
Setelah serangan udara tersebut, Organisasi Zona Ekonomi Khusus Petrokimia Mahshahr mengumumkan evakuasi darurat karyawan shift siang, lapor kantor berita IRNA Iran.
Militer Israel kemudian mengumumkan bahwa angkatan udara Israel telah menargetkan beberapa lokasi di kompleks petrokimia tersebut, dan menambahkan bahwa rincian lebih lanjut akan menyusul.
Kawasan Asia Barat (Timur Tengah) telah tegang sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada akhir Februari. Serangan ini memicu pembalasan Iran terhadap Israel dan negara-negara regional lainnya yang menampung aset AS.
Gencatan senjata sementara tercapai pada 8 April, tetapi negosiasi kemudian terhenti di tengah perselisihan mengenai implementasinya dan perkembangan regional selanjutnya.















































