Mengapa BNN Terjunkan 1.818 Fasilitator ke Desa

7 hours ago 3

BADAN Narkotika Nasional (BNN) menugaskan 1.818 fasilitator Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) ke desa-desa. Kepala BNN Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan, program ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba.

“Tugas para fasilitator P4GN di desa atau kelurahan berlangsung sepanjang tahun dan kami akan melakukan pemantauan secara berkala,” kata Suyudi dalam keterangan tertulis, Senin, 6 April 2026.

Suyudi menjelaskan, fasilitator yang telah menerima pembekalan akan melatih masyarakat mengenai berbagai program layanan BNN. Ia menyatakan, masyarakat dapat menjalankan program-program tersebut secara mandiri.

Suyudi menegaskan, para fasilitator tidak menetap di desa atau kelurahan. Mereka hanya berkunjung pada waktu tertentu, tetapi tetap berkoordinasi secara intensif dengan pemangku kebijakan di desa serta memantau perkembangan ancaman narkoba di wilayah tersebut.

Pada tahap awal, BNN melatih pegawai dari BNN Pusat, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, Papua Barat, dan Surabaya pada 30 Maret hingga 2 April 2026. Para peserta berasal dari kedeputian bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, pemberantasan, hukum dan kerja sama, serta kesekretariatan. Setelah pelatihan, mereka langsung menjalankan tugas sebagai fasilitator.

“Masing-masing pegawai mendapat tugas tambahan sebagai fasilitator P4GN di desa atau kelurahan,” ujar Suyudi. Suyudi membuka kemungkinan penambahan jumlah fasilitator. Ia menyebut, fasilitator ke depan juga dapat berasal dari luar BNN, seperti unsur kepolisian, pegawai negeri sipil, hingga Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pilihan Editor: Mengapa Peredaran Narkoba di Penjara Tak Bisa Ditumpas

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |