Mengapa Tradisi Makan Cokelat Jadi Ikonik Saat Hari Valentine? Ini Fakta Terbarunya

8 hours ago 5

CANTIKA.COM, Jakarta - Setiap tanggal 14 Februari, momen hari kasih sayang selalu identik dengan cokelat manis yang diberikan kepada pasangan, sahabat, sampai keluarga tersayang. Tapi tahukah kamu bahwa kebiasaan ini bukan sekadar soal rasa? Tradisi memberi dan makan cokelat saat Valentine punya sejarah panjang yang menarik dan penuh makna.

Sejarah Cokelat dan Hubungannya dengan Cinta

Hubungan antara cokelat dan kasih sayang sebenarnya dimulai jauh sebelum Valentine dipopulerkan. Di masa peradaban Maya dan Aztec, biji kakao memiliki nilai tinggi, bahkan digunakan sebagai bentuk mata uang dan simbol status. Selain itu, dalam ritual pernikahan mereka, pasangan sering berbagi minuman kakao sebagai tanda ikatan dan komitmen.

Ketika cokelat tiba di Eropa melalui penjelajah Spanyol, minuman pahit ini lambat laun menjadi simbol kemewahan dan hasrat. Oleh karena itu, sejak dulu cokelat sudah diasosiasikan dengan romance dan intimacy. Akhirnya itu jadi dua hal yang sangat kental terasa di Hari Valentine.

Tradisi Memberi Cokelat Diawali oleh Cadbury

Tradisi memberi cokelat seperti yang kita kenal sekarang muncul berkat inovasi pemasaran modern. Pada 1861, seorang pembuat cokelat bernama Richard Cadbury dari Inggris menciptakan kotak cokelat berbentuk hati dengan hiasan romantis khusus untuk Valentine. Bentuknya menarik, penuh simbol cinta, dan bahkan kotaknya sering disimpan sebagai kenang-kenangan setelah cokelatnya habis.

Begitu dikombinasikan dengan kartu ucapan, bunga, dan hadiah lainnya, cokelat menjadi “bahasa cinta” yang manis dan universal dan dikenal sebagai salah satu cara tanpa kata untuk mengatakan aku mencintaimu.

Kenapa Cokelat Semakin Diminati?

Tradisi makan cokelat tidak hanya soal simbolisme dan sejarah. Ada alasan psikologis dan sensorik yang juga membuat cokelat cocok sebagai hadiah karena sensasi rasa yang manis memicu perasaan bahagia.

Menurut Healthline, cokelat mengandung senyawa yang dipercaya bisa meningkatkan mood, seperti serotonin dan phenylethylamine, yang sering disebut sebagai “hormon cinta” alami. Memberi cokelat bisa terasa lebih personal daripada sekadar bunga, karena kamu memilih rasa yang disukai si penerima.

Inilah mengapa cokelat masih menjadi hadiah favorit dalam hampir semua bentuk perayaan Valentine, dari hadiah romantis pasangan sampai apresiasi ringan untuk sahabat dekat.

Variasi Tradisi Memberi Cokelat di Berbagai Negara

Di beberapa negara, tradisi memberi cokelat berkembang berbeda. Misalnya di beberapa negara Asia Timur seperti Korea dan Jepang, perempuan memberi cokelat kepada laki-laki, baik pasangan, teman, bahkan rekan kerja pada 14 Februari. Balasan dari para pria biasanya akan diberikan pada perempuan di White Day, sekitar satu bulan setelah Valentine, yaitu 14 Maret.

Ada juga cokelat yang diberikan tanpa unsur romantis di Jepang, seperti tomo choco (cokelat untuk teman) atau bahkan jibun choco (cokelat untuk diri sendiri), menunjukkan bahwa tradisi ini semakin berkembang sesuai kebutuhan sosial zaman.

Tradisi makan dan memberi cokelat saat Hari Valentine lebih dari sekadar kebiasaan manis di bulan Februari. Ia adalah bentuk ekspresi kasih yang melewati batas budaya dan waktu, dari ritual kuno sampai strategi pemasaran modern.

Di hari penuh cinta ini, cokelat bukan hanya sebagai makanan manis pelengkap, tetapi menjadi simbol cinta, perhatian, dan kehangatan yang bisa membuat momen spesial bersama orang tersayang jadi lebih manis.

Jadi, sudah siapin cokelat buat orang terkasih belum, Sahabat Cantika?

Pilihan Editor: 40 Ide Ucapan Valentine untuk Pasangan, Sahabat, Keluarga, dan Orang Terkasih

BYFOOD.COM | SABLES GOURMET | GO! GO! NIHON | HEALTHLINE

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |