Netanyahu: Perang dengan Iran Belum Berakhir

9 hours ago 3

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan perang dengan Iran belum berakhir meski sempat ada upaya meredakan konflik melalui kesepakatan yang dimediasi Pakistan. Pernyataan itu disampaikan ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Menurut laporan Anadolu, Netanyahu menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri upacara kelulusan taruna Angkatan Udara Israel di Pangkalan Udara Hatzerim, Israel selatan, Kamis, 9 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Perang belum berakhir. Masih ada tantangan-tantangan baru,” kata Netanyahu. Ia menegaskan bahwa keunggulan udara tetap menjadi salah satu pilar utama strategi pertahanan Israel. Menurut dia, kemampuan mempertahankan dominasi di udara menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan nasional negaranya.

“Mempertahankan superioritas udara merupakan pilar mendasar dalam doktrin keamanan nasional Israel. Hal itu menjadi kunci untuk menjaga stabilitas di Timur Tengah yang penuh gejolak,” ujar Netanyahu.

Pernyataan tersebut muncul ketika Iran dan Amerika Serikat kembali saling melancarkan serangan dalam dua hari terakhir. Eskalasi terbaru dipicu oleh serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Israel Siapkan Operasi Lanjutan

Sinyal berlanjutnya operasi militer juga disampaikan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Eyal Zamir. Dilansir dari Yeni Safak, Zamir mengatakan kampanye militer Israel terhadap Iran masih jauh dari selesai.

“Di atas meja sudah ada rencana-rencana baru. Operasi besar masih akan dilakukan. Bersiaplah,” kata Zamir. Pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa Israel masih menyiapkan langkah militer berikutnya di tengah kembali meningkatnya konfrontasi di kawasan.

Meningkatnya ketegangan terjadi setelah memorandum saling pengertian antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Pakistan tidak lagi berlaku. Kesepakatan yang dicapai pada 17 Juni itu bertujuan mengakhiri konflik militer sekaligus membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.

Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu menyatakan memorandum tersebut telah berakhir. Pernyataan itu secara efektif mengakhiri kesepakatan dan memicu kembali konfrontasi militer antara kedua negara.

Sebelumnya, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada Februari. Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan pesawat nirawak dan rudal ke wilayah Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |