CANTIKA.COM, Jakarta - Setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam mengungkap dan menggambarkan duka yang dirasakan. Bagi Niall Horan, hal itu hadir dalam bentuk lagu End of an Era yang dirilis menjadi bagian dari album terbarunya, Dinner Party, dan dijadwalkan rilis pada 5 Juni 2026. Di balik melodinya yang lembut, lagu ini menyimpan cerita kehilangan yang begitu personal, di mana End of an Era ditulis sebagai bentuk refleksi atas kepergian sahabat sekaligus rekan satu grupnya di One Direction, Liam Payne, pada Oktober 2024.
Dalam wawancaranya dengan GQ Hype, Niall mengungkapkan bahwa hubungan yang ia miliki dengan Liam tak sepenuhnya bisa dipahami orang lain. “(Ada) kenangan yang hanya bisa kami berdua bagikan karena Anda memiliki tim dan orang-orang di sekitar Anda sepanjang waktu. Tapi kami selalu mengatakan bahwa hanya kami berdua yang memiliki pengalaman itu, tidak ada orang lain yang memilikinya," tuturnya.
Kenangan-kenangan itulah yang kemudian menjadi fondasi emosional dari lagu ini. Sebuah cara untuk mengabadikan sesuatu yang tak bisa diulang.
Kehilangan yang Masih Terasa Nyata
Bercerita tentang rasa kehilangan sang sahabat, Niall mengungkap beberapa bulan setelah kepergian Liam, ia masih mengingat jelas detik-detik pertama saat menerima kabar tersebut. “Saya hanya ingat menerima pesan. Saya tidak percaya itu nyata. Seseorang yang masih sangat muda, Anda tidak menyangka akan mendengar kabar kematiannya, terutama seseorang yang baru saja Anda temui," akunya dalam wawancaranya dengan E! News.
Niall pun mengungkap bagaimana emosinya berubah begitu cepat. “Perasaan saya langsung berubah dari syok, sedih, hingga marah.”
Dalam kesempatan itu Niall juga mengungkap pertemuan terakhir mereka yang terjadi beberapa minggu sebelum kejadian, dan kini momen itu terasa semakin berarti. Saat itu, keduanya masih sempat tertawa dan mengenang masa lalu, dan kini momen sederhana itu berubah menjadi kenangan yang tak tergantikan.
Niall Horan mengunggah foto bersama sahabatnya di One Direction, Liam Payne yang meninggal di Buenos Aires pada 16 Oktober 2024. Foto: Instagram.
Proses Penulisan yang Tidak Mudah
Menulis End of an Era bukanlah proses yang instan. Niall yang bekerja sama dengan Julian Bunetta harus menulis ulang lagu tersebut beberapa kali untuk menemukan emosi yang tepat. Bunetta pun mengakui bahwa tema kehilangan bukan hal yang mudah untuk dituangkan dalam lagu.
“Kami terus mengerjakannya sampai kami merasa itu tepat. Dan saya menyukainya. Mungkin mudah untuk tidak menulis tentang itu karena ini adalah subjek yang sulit. Ini adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Jadi saya bangga padanya karena telah melakukannya," tuturnya. Setelah melalui proses panjang, kini lagu tersebut yang terasa intim dan jujur, seperti surat yang tak pernah sempat dikirim.
Lebih dari Sekadar Lagu Perpisahan
End of an Era bukan hanya tentang kehilangan, tapi juga tentang persahabatan, perjalanan hidup, dan fase yang harus ditutup. Bersama Liam Payne, Niall pernah menjadi bagian dari fenomena global lewat One Direction, bersama Harry Styles, Louis Tomlinson, dan Zayn Malik. Kini, melalui lagu ini, Niall seperti merangkai kembali potongan kenangan, bukan untuk terjebak di masa lalu, tapi untuk memberi ruang pada rasa yang belum selesai.
Pilihan Editor: 5 Fakta Mengejutkan Kematian Liam Payne, Benarkah ada yang Janggal?
MARVELA I LANNY KUSUMASTUTI
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.
















































