INFO TEMPO – Pemerintah Kota Padang mempercepat penyediaan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi sebagai bagian dari target nasional rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Kebutuhan huntap di Kota Padang mencapai 523 unit dan ditargetkan selesai pada 2027.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan komitmen tersebut saat mengikuti Rapat Evaluasi Bantuan Stimulan Rumah Rusak Pascabencana Hidrometeorologi yang dipimpin Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto secara virtual pada Senin, 6 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Percepatan menjadi prioritas kami agar masyarakat terdampak segera memperoleh kepastian dan kembali menempati hunian yang layak. Untuk itu, organisasi perangkat daerah bersama camat dan lurah harus bergerak cepat,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton menjelaskan proses verifikasi data warga terkait kebutuhan huntap telah rampung. Hasilnya, dibutuhkan 523 unit yang pembangunannya melalui beberapa skema. Sekitar 240 unit direncanakan dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi, 183 unit oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), sedangkan sisanya akan didukung BNPB.
Perkembangan pembangunan mulai terlihat. Saat ini 85 unit huntap yang dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi telah memasuki tahap konstruksi. Adapun pembangunan 183 unit huntap oleh Kementerian PKP di kawasan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Agustus 2026.
Di sisi lain, pembangunan 23 unit huntap mandiri masih menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat BNPB sebelum memasuki tahapan berikutnya. Sementara itu, seluruh bantuan stimulan bagi 55 penerima rumah rusak ringan dan sedang telah selesai disalurkan dan pemerintah kota telah mengajukan tambahan enam kepala keluarga sebagai calon penerima bantuan tahap berikutnya.
Secara provinsi, pembangunan huntap di Sumatera Barat masih memerlukan percepatan. Hingga 7 Juli 2026, dari target 2.824 unit, sebanyak 71 unit masih dalam proses pembangunan dan 22 unit telah selesai, atau baru mencapai 2,5 persen dari keseluruhan target.
Hendri optimistis berbagai proyek yang mulai berjalan pada tahun ini akan mempercepat penyelesaian target tersebut. Pasalnya, menurut keterangan Yayasan Buddha Tzu Chi dan Kementerian PKP, pembangunan akan dimulai pada Agustus. “Dengan progres tersebut, kami optimistis seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Padang dapat diselesaikan sesuai target BNPB pada 2027,” kata dia.
Gerak cepat pemulihan di Sumatra Barat mendapat apresiasi dari Kasatgas PRR Tito Karnavian, terutama soal kesigapan memindahkan pengungsi dari tenda darurat. “Kalau Sumatra Barat enggak ada lagi, sudah lama, ya, sudah hampir dua bulan lalu," tutur dia pada akhir Juni silam.
Tito mendorong seluruh unsur terkait bekerja lebih giat dalam menyedikan hunian untuk penyintas. “Agar warga yang rumahnya rusak berat atau hilang segera memperoleh kepastian tempat tinggal yang layak dan aman,” ia menegaskan. (*)
















































