PELATIH tim nasional Mozambik Chiquinho Conde meyakini Indonesia memiliki peluang besar lolos ke Piala Dunia 2030 setelah melihat langsung perkembangan skuad Garuda dalam laga FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026. Keyakinan itu disampaikan Conde setelah timnya kalah 0-1 dari Indonesia melalui gol tunggal Ole Romeny pada menit ke-11.
"Saya pikir begitu. Indonesia, dengan staf pelatih seperti yang mereka miliki sekarang, dengan pemain-pemain yang bagus dan kuat, pasti akan mampu lolos pada 2030," kata Conde dalam konferensi pers seusai pertandingan, dikutip dari Antara.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Indonesia dan Mozambik sama-sama belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia. Pada kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia gagal melangkah ke putaran final setelah tersingkir pada putaran keempat zona Asia. Sementara Mozambik juga gagal lolos setelah hanya menempati peringkat ketiga Grup G kualifikasi zona Afrika di bawah Aljazair dan Uganda.
Conde bahkan berharap kedua negara dapat sama-sama tampil pada Piala Dunia 2030 yang akan digelar di Maroko, Portugal, dan Spanyol. "Semoga kita bertemu di Portugal, Spanyol, dan Maroko. Mozambik dan Indonesia berada di grup yang sama," ujar pelatih berusia 59 tahun tersebut.
Selain memuji kualitas tim Indonesia, Conde juga terkesan dengan dukungan suporter yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sebanyak 29.889 penonton hadir menyaksikan pertandingan tersebut, meningkat dibandingkan laga melawan Oman yang dihadiri 23.677 penonton. "Para penonton bersorak sangat antusias untuk tim Indonesia. Itu sangat bagus untuk tim yang sedang berkembang," kata dia.
Menurut Conde, keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain di lapangan, tetapi juga dukungan dari para suporter dan seluruh elemen yang berada di sekitarnya. "Saya pikir itulah yang mendefinisikan sebuah tim. Bukan hanya para pemain. Harus ada simbiosis antara pemain, penonton, dan seluruh struktur," ujar dia.
Di sisi lain, pelatih Indonesia John Herdman mengaku puas dengan kemenangan yang diraih anak asuhnya, meskipun sedikit kecewa karena timnya hanya mampu mencetak satu gol dari banyak peluang yang tercipta. Indonesia mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 60 persen. Skuad Garuda melepaskan 15 tembakan dengan tiga di antaranya mengarah tepat ke gawang. Adapun Mozambik mencatatkan tujuh percobaan dengan dua tembakan tepat sasaran.
Pelatih asal Inggris tersebut mengaku sudah memperkirakan Mozambik akan tampil lebih berbahaya dibandingkan yang terlihat saat kalah 1-4 dari Oman beberapa hari sebelumnya. "Tetapi saya senang melihat ketangguhan tim ketika diuji dalam beberapa periode pertandingan dan harus berjuang keras untuk mempertahankan keunggulan. Kami membutuhkan ujian seperti itu," kata Herdman.
Menurut dia, jeda internasional pada Juni selalu menghadirkan tantangan tersendiri karena para pemain baru bergabung dengan tim nasional setelah menjalani musim panjang bersama klub masing-masing.
"Kami memperkirakan Mozambik akan datang sebagai tim yang terluka dan bermain dengan semangat besar, dan memang itu yang terjadi. Namun untuk sebagian besar pertandingan, para pemain kami mampu mengendalikan permainan dan menunjukkan kualitas mereka," ujar Herdman.
Ia secara khusus memuji Ole Romeny yang kembali menjadi pembeda bagi Indonesia. Gol ke gawang Mozambik menjadi gol kelima Romeny bersama tim nasional, dengan seluruh gol tersebut tercipta di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Selain Romeny, Herdman menyoroti penampilan Ragnar Oratmangoen dan Marselino Ferdinan yang menjalani pertandingan pertama di bawah kepemimpinannya. Elkan Baggott, yang mengisi peran kapten Jay Idzes dalam dua laga FIFA Match Day bulan ini, juga mendapat apresiasi.
Menurut Herdman, Joey Pelupessy menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam pertandingan karena perannya yang vital dalam menjaga keseimbangan lini tengah Indonesia. Dengan kemenangan atas Mozambik, Indonesia menutup FIFA Match Day Juni dengan hasil sempurna setelah sebelumnya mengalahkan Oman 3-0.
Herdman meminta para pemain tetap membumi meski meraih dua kemenangan beruntun. "Saya rasa kita bisa bangga dengan pekerjaan dalam dua pertandingan terakhir ini. Namun kami harus tetap rendah hati dan kembali bekerja untuk agenda besar berikutnya pada September," kata dia.

















































