Penawaran Sukuk Ritel Seri SR024 Serap Rp 17 Triliun

3 hours ago 3

PEMERINTAH menetapkan hasil penjualan sukuk ritel seri SR024 pada 20 April 2026 sebesar Rp 17,48 triliun. Penawaran sukuk ritel atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ini mulai dibuka sejak 6 Maret 2026 dan berlangsung hingga 15 April 2026.

Total SBSN yang terjual tersebut terdiri dari seri SR024T3, tenor 3 tahun, sebesar Rp 12,14 triliun dan seri SR024T5, tenor 5 tahun sebesar Rp 5,34 triliun.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Adapun seri SR024T3 jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2029, sedangkan seri SR024T5 jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2031. “Hasil penerbitan SR024 seluruhnya digunakan untuk pemenuhan pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026,” demikian dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Selasa, 21 April 2026.

SR024 ditawarkan dengan akad Ijarah Asset to be Leased dan diterbitkan dengan underlying asset berupa Barang Milik Negara (BMN) dan Proyek APBN tahun 2026. Sukuk Ritel Seri SR024 diterbitkan tanpa warkat dan bersifat tradable dengan menawarkan tingkat imbalan tetap (fixed rate).

Imbalannya yaitu seri SR024T3 sebesar 5,55 persen per tahun dan seri SR024T5 sebesar 5,90 persen per tahun. SR024 merupakan Sukuk Ritel keenam yang diterbitkan dalam dua seri. Total investor SR024 mencapai 62.231 investor yang terdiri dari 44.424 investor SR024T3 dan 22.548 investor SR024T5. 

Adapun jumlah investor baru SR024 terhadap SBN Ritel adalah sebanyak 16.034 investor. Sedangkan jumlah investor baru SR024 terhadap SBSN Ritel adalah sebanyak 20.297 investor.

Berdasarkan generasi, Generasi Milenial mendominasi investor SR024 yaitu sebesar 50,75 persen. Namun dari sisi volume pemesanan, Generasi X melakukan pemesanan terbanyak yaitu sebesar 42,62 persen.

Jumlah investor SR024 terbanyak berdasarkan profesi adalah pegawai swasta sebesar 34,95 persen. Sedangkan berdasarkan volume pemesanan, wiraswasta merupakan pemesan terbanyak sebesar 29,79 persen. 

Berdasarkan gender, jumlah investor SR024 didominasi oleh perempuan sebesar 57,16 persen. Dari sisi volume pemesanan, porsi perempuan sedikit lebih besar, yaitu 50,64 persen.

Selama masa penawaran SR024 terdapat seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel yang jatuh tempo, yaitu SR018T3 yang jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2026 senilai Rp 16,95 triliun. Sebanyak 39,88 persen (Rp 6,33 triliun) dari total nominal SR018T3 yang jatuh tempo direinvestasikan kembali ke SR024.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |