Polisi Bongkar Sindikat TPPO dan Scam di Jawa Timur

5 hours ago 2

KEPOLISIAN Resor Kota Besar atau Polrestabes Surabaya menangkap 44 tersangka kasus penculikan, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dan penipuan daring atau online scam. National Central Bureau (NCB) Interpol Polri membantu penanganan perkara dengan tersangka mayoritas warga negara asing atau WNA ini.

Kepala Bagian Kejahatan dan Kriminal Internasional Divisi Hubungan Internasional Polri, Komisaris Besar Ricky Purnama, mengatakan 30 tersangka merupakan WNA asal Cina. Selain itu ada 7 WNA asal Taiwan, 4 WNA Jepang, dan dibantu 3 warga negara Indonesia. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Sindikat ini beroperasi di empat lokasi yang tersebar di Surabaya dan Surakarta," kata Ricky lewat keterangan tertulis dikutip Ahad, 9 Mei 2026.

Menurut Ricky, sindikat ini beroperasi secara terorganisasir. Mereka memanfaatkan modus akun daring bernama "Kurokawa" untuk memperdaya korban dengan tawaran liburan gratis ke Vietnam dan Kamboja, lengkap dengan fasilitas tiket penerbangan. 

Para tersangka kemudian merampas paspor dan alat komunikasi korban untuk memutus akses bantuan. Para korban diancam disiksa atau bahkan dijual organ tubuhnya apabila berani melawan atau meminta pulang ke negara asal.

Polisi menyita barang bukti berupa bilik scamming khusus berlapis spons kedap suara, puluhan unit smartphone, iPad, laptop, hingga seragam polisi Tokyo yang diduga digunakan untuk melancarkan aksi penipuan terhadap warga negara lain. Atas kejahatan tersebut, para tersangka dijerat pasal berlapis, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE dan UU Pemberantasan TPPO dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Menurut Ricky, asistensi oleh Interpol dan Divhubinter Polri dilakukan untuk memastikan para WNA ditangani dengan tepat. "Kehadiran tim asistensi dari Mabes Polri ini juga untuk menjamin bahwa seluruh prosedur penahanan, penyitaan, dan pemberkasan para tersangka WNA telah memenuhi standar hukum nasional maupun konvensi internasional," kata Ricky.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |