Polisi Temukan Brankas 2 Meter di Cafe de'Clan Cipete

6 hours ago 1

PENYIDIK Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kepolisian RI (Kortastipidkor Polri) bersama Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menemukan brankas besi setinggi dua meter ketika menggeledah lantai dua Cafe de’Clan Signatur di Jalan Cilandak Tengah, Cipete, Jakarta Selatan. Dalam video yang diterima Tempo, dalam brankas tersebut ada rak dari kayu dan juga ada brankas kecil yang masih berusaha dibongkar.

“Kan enggak gampang bukanya,” kata seorang anggota polisi yang ada di lokasi penggeledahan. Kafe tersebut digeledah perihal kasus tindak pidana pencucian uang atau TPPU dan suap di perkara PT Asabri, serta kasus korupsi pasokan batu bara yang menyebabkan blackout di Sumatera dan kasus PT Krakatau Steel.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto menjelaskan penggeledahan tersebut merupakan atensi Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi. “Rangkaian penggeledahan ini bagian dari  proses penyidikan dalam mencari barang bukti,” ucap Budi di lokasi, Rabu. 

Cafe de’Clan bukan kali pertama jadi sasaran penggeledahan. Pada 2025 lalu, polisi juga berencana menggeledah kafe tersebut. Kafe itu dikelola oleh Ferry Yanto Hongkiriwang. Ia diduga memiliki keterkaitan dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Ardiansyah. Pengelola kafe tersebut bahkan pernah diringkus polisi pada Senin, 28 Juli 2025. Ia ditangkap atas dugaan penculikan, penganiayaan dan juga perintangan penyidikan.

Fery disebut menganiaya dan menculik personel Detesemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI. Ia sebelumnya sempat dibuntuti oleh anggota Densus 88, Brigadir Satu Faisal Faizurrahman saat bersantap siang di Bogor Cafe, Hotel Borobudur, Jakarta pada Jumat, 25 Juli 2025. Fery lantas langsung menghubungi seorang perwira tinggi TNI. Dan tak lama, beberapa prajurit yang diduga berasal dari Bais datang ke lokasi menahan Briptu Faisal.

Dalam laporan Majalah Tempo edisi 24 Agustus 2025 disebutkan, penegak hukum yang saat itu ikut menyidik kasus penculikan anggota Densus 88 tersebut mengatakan, Briptu Faisal berasal dari tim yang sama dengan personel Densus 88 yang pernah membuntuti Jampidsus Febrie.

Sebelum berubah nama menjadi Cafe de’Clan, dulunya kafe ini bernama Gontran Cherrier, lokasi peristiwa penguntitan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah oleh anggota Densus 88 pada 19 Mei 2024 lalu. Febrie dulu dikabarkan sering menyantap sarapan di sana.

Seorang polisi yang ikut dalam penggeledahan hari ini mengatakan, ia memang mendengar ada nama Febrie. “Iya kami dengar tapi kan itu harus dibuktikan dengan dokumen ya,” kata dia saat dikonfirmasi bahwa restoran de’Clan masih memiliki keterkaitan dengan Febrie. 

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |