TURNAMEN Piala AFF U-19 2026 atau ASEAN U-19 Boys Bank Sumut Championship yang menetapkan Sumatera Utara sebagai tuan rumah dinilai memberi keuntungan tersendiri, termasuk bagi para pendukung tim peserta. Suporter dari Malaysia, Thailand, hingga Singapura dianggap lebih mudah datang ke Medan karena waktu tempuh penerbangan relatif singkat dan harga tiket masih terjangkau.
“Kalau ada negara seperti Malaysia atau Thailand masuk final, mereka ke Medan juga tidak terlalu jauh, hanya 45 menit, satu jam. Dari Penang misalnya hanya sekitar setengah jam penerbangan,” kata anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, 11 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Arya mengatakan terdapat tiga stadion yang akan digunakan untuk turnamen tersebut, yakni Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Teladan, dan Stadion Madya Atletik Sumut atau Stadion Mini Pancing. Penggunaan beberapa venue dinilai membuat jadwal pertandingan lebih fleksibel dan tidak terlalu padat dalam satu lokasi.
“Ini bagus juga untuk timnas-timnas peserta karena mereka bisa bermain di tiga tempat berbeda. Jadwal jadi lebih leluasa, tidak saling berhimpitan. Lapangan juga lebih terjaga karena penggunaan dibagi ke beberapa stadion,” ujar Arya.
Meski demikian, Arya mengakui masih ada sejumlah fasilitas yang belum rampung sepenuhnya, terutama di Stadion Teladan. Ia berharap seluruh persiapan dapat selesai tepat waktu sebelum turnamen dimulai. “Mungkin hanya sebagian area yang digunakan, tapi kapasitasnya tetap bisa menampung ribuan penonton,” katanya.
Terkait antusiasme publik, Arya optimistis dukungan masyarakat akan besar. Selain warga Sumatera Utara, penonton dari Aceh, Sumatera Barat, hingga Riau diperkirakan datang karena akses transportasi kini semakin mudah dengan adanya jalan tol.
Ia mencontohkan antusiasme masyarakat saat Piala Dunia U-17 sebelumnya yang mampu menghadirkan sekitar 25 ribu penonton di stadion. “Kami berharap atmosfernya nanti juga seperti itu,” ujar Arya.
Menurut Arya, penyelenggaraan turnamen ini diharapkan dapat menjadikan Sumatera sebagai salah satu poros baru sepak bola Indonesia, tidak lagi hanya terpusat di Pulau Jawa. “Selama ini poros sepak bola lebih banyak di Jawa. Mudah-mudahan sekarang ada poros baru di Sumatera karena antusiasme masyarakat lokal juga sangat besar,” katanya.
Arya juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, termasuk Gubernur Sumatera Utara dan Wali Kota Medan, yang dinilai aktif menyiapkan berbagai kegiatan pendukung menjelang turnamen. Salah satu program yang disiapkan adalah “Road to AFF” berupa kegiatan UMKM dan festival kuliner ASEAN di Lapangan Merdeka, Medan.
Acara tersebut direncanakan berlangsung beberapa hari sebelum turnamen dimulai. “Mereka ingin suasana sepak bola benar-benar terasa selama hampir tiga minggu penyelenggaraan AFF berlangsung,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) Khiev Sameth menyebut infrastruktur dan sejarah sepak bola menjadi alasan utama Medan dipilih sebagai tuan rumah Piala AFF U-19 2026. “Medan salah satu kota besar, punya infrastruktur yang bagus dan juga didukung gubernur dan wali kota,” kata Sameth dalam acara pengundian Piala AFF U-19 di Medan, seperti dikutip dari Antara.
Menurut Sameth, Medan juga memiliki basis suporter yang besar dan fanatik sehingga diyakini mampu memeriahkan turnamen level Asia Tenggara tersebut. “Suporternya di Kota Medan juga terkenal besar serta memiliki sejarah,” ujarnya.
Ia mengatakan seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan turnamen, termasuk kesiapan peserta dari 11 negara yang ambil bagian. Sameth meyakini persaingan akan berlangsung ketat karena hanya juara grup dan satu runner-up terbaik yang berhak melaju ke semifinal. “Saya meyakini semua akan memberikan yang terbaik. Jadi akan terjadi kompetisi yang sangat tinggi,” katanya.
Pada kesempatan itu, Sameth turut menyaksikan langsung pengundian grup yang dilakukan legenda PSMS Medan, Iwan Karo-Karo. Hasil undian menempatkan Indonesia di Grup A bersama Vietnam, Timor Leste, dan Myanmar. Grup B dihuni Thailand, Malaysia, Singapura, serta Brunei Darussalam. Adapun Grup C diisi Australia, Kamboja, dan Filipina.
Turnamen yang diikuti 11 negara tersebut akan berlangsung pada 1-14 Juni 2026 dengan tajuk ASEAN U-19 Boys Bank Sumut Championship 2026.


















































