Rektor UI Tak Pernah Tugasi Daffa Ulhaq Ikut Kunker Gibran

14 hours ago 6

UNIVERSITAS Indonesia menyatakan tidak pernah menerima surat permohonan maupun pemberitahuan resmi dari Sekretariat Wakil Presiden ihwal keterlibatan mahasiswa UI dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Keterangan ini disampaikan menyusul keikutsertaan Daffa Ulhaq, mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI, dalam lawatan Gibran ke sejumlah daerah pada Kamis, 18 Juni 2026.

Rektor UI Heri Hermansyah menegaskan kampus tidak pernah menunjuk, mendelegasikan, ataupun memberikan penugasan resmi kepada Daffa untuk mengikuti agenda tersebut. Berdasarkan pengecekan internal, kata dia, tidak terdapat catatan bahwa UI menerima surat permohonan atau pemberitahuan resmi dari Sekretariat Wakil Presiden.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Mengenai mekanisme undangan kepada mahasiswa yang bersangkutan, hal itu berada di luar administrasi kami sehingga lebih tepat dikonfirmasikan kepada Sekretariat Wakil Presiden,” kata Heri saat dihubungi pada Jumat, 19 Juni 2026.

Menurut Heri, UI menghormati hak setiap mahasiswa sebagai warga negara dewasa untuk mengambil bagian dalam berbagai kegiatan di luar kampus dalam kapasitas pribadi. Namun, kampus tetap mendorong agar keterlibatan mahasiswa dalam agenda eksternal dikoordinasikan dengan program studi atau fakultas agar kampus dapat memberikan pendampingan yang memadai.

Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memboyong lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, serta sejumlah wilayah di Papua pada 18-21 Juni 2026. Pelibatan mahasiswa tersebut berlangsung di tengah menguatnya gelombang demonstrasi mahasiswa yang mengkritik sejumlah program pemerintah, seperti makan bergizi gratis dan koperasi desa merah putih.

Selain Daffa dari UI, mahasiswa yang turut mengikuti kunjungan tersebut adalah Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma, Nolan Christopher Adam dari Universitas Pelita Harapan, Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia, serta satu mahasiswa lainnya dari perguruan tinggi berbeda.

Gibran mengatakan pelibatan mahasiswa itu merupakan bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis dan Koperasi Desa Merah Putih di daerah. Langkah tersebut, kata dia, merupakan tindak lanjut atas berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa soal pelaksanaan program prioritas pemerintah.

"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa yang sudah menyampaikan aspirasinya secara damai. Terima kasih untuk masukan-masukannya yang konstruktif," ujar Gibran dalam keterangan tertulis pada Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut dia, keterlibatan mahasiswa secara langsung dalam pemantauan program dapat memastikan pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Ia berharap partisipasi mahasiswa dalam kunjungan kerja tersebut dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dalam mengawal program pemerintah.

Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |