Tak Hanya Penampilan, Kecantikan Jadi Bagian dari Wellness

2 hours ago 1

KECANTIKAN tak lagi identik dengan makeup atau perawatan kulit. Bagi banyak anak muda, kecantikan telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup yang mencakup kesehatan, kepercayaan diri, hingga cara mengekspresikan diri.

Perubahan tersebut sejalan dengan meningkatnya tren wellness dan self-care di kalangan generasi muda. Ditambah media sosial yang turut mempercepat pergeseran itu dengan menghadirkan berbagai informasi seputar kecantikan, kesehatan, hingga pengembangan diri yang mudah diakses sehari-hari.

Aktris asal Yogyakarta, Dara Sarasvati menilai konsep kecantikan saat ini semakin dekat dengan gaya hidup. Menurut dia, anak muda tidak hanya ingin tampil menarik, tetapi juga mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

"Beauty sebenarnya merupakan bagian dari lifestyle. Tapi yang aku lihat sekarang, tren anak muda mulai mengarah ke wellness. Orang tidak hanya ingin terlihat cantik, tetapi juga ingin sehat secara menyeluruh," kata Dara, dalam sesi talkshow Radiate from the Inside: Delightful Wellness, the New Enjoyable Self-care Essential di BeautyFest Asia 2026, Jakarta, Jumat 29 Mei 2026.

Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh juga muncul dari pengalaman pribadi Dara. Di tengan akvitias yang padat sebagai aktris dan kreator konten yang kerap membuatnya tidur laurt malam, ia mengaku semakin memperhatikan kebutuhan nutrisi dan pemulihan tubuh. 

Dara berusaha menjaga kondisi kesehatan tubuh dengan memenuhi kebutuhan nutrisi harian dan menjaga asupan vitamin dan nutrisi. Selain itu, dia juga menyoroti pentingnya mengelola stres di tengah kesibukan yang padat. Menurut dia, kesehatan mental memiliki peran yang tidak kalah penting dalam menjaga kondisi tubuh tetap fit dan produktif. "Banyak masalah kesehatan muncul karena stres dan overthinking. Jadi selain menjaga kondisi fisik, kita juga harus menjaga kesehatan mental," katanya. 

Sementara itu, aesthetic expert dan content creator Yessica Tania mengatakan gaya hidup sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan kulit. Kebiasaan yang umum dilakukan anak muda seperti begadang, mengkonsumsi minuman manis, hingga kurang tidur dapat mempengaruhi kondisi kulit dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan bahwa kurang tidur dapat mengganggu proses regenerasi kulit yang seharusnya berlangsung optimal saat tubuh beristirahat. Akibatnya, kulit menjadi lebih rentan kusam, inflamasi, hingga munculnya tanda-tanda penuaan dini. Kondisi ini dapat diperparah dengan berkurangnya penurunan produksi kolagen alam sejak usia 20-an dan terus berkurang sekitar satu persen setiap tahun.

Sebab itu, menjaga kesehatan kulit tidak cukup hanya mengandalkan perawatan dari luar, tapi juga perlu didukung pola hidup sehat dan nutrisi yang memadai. Termasuk memperhatikan sejumlah kebiasaan konsumsi sehari-hari yang mempengaruhi kesehatan kulit. 

"Banyak orang menganggap kopi sebagai penyebab utama masalah kulit. Padahal yang perlu diperhatikan justru kandungan gula yang berlebihan. Gula dapat memicu proses glikasi yang memengaruhi kualitas kolagen dan elastin pada kulit," kata Yessica.

Ia menambahkan kolagen yang bermanfaat untuk menjaga elastisitas kulit akan lebih maksimal jika dikombinasikan dengan biotin dan essential multivitamin. Selain kesehatan kulit, untuk menjaga kesehatan keseluruhan juga membutuhkan kombinasi nutrisi seperti ginseng, multivitamin, mineral dan asal folat, untuk menjaga stamina dan imun.

Ghaeiza Kay Rasuffi berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Kesejahteraan Fokus Utama Wisatawan Elit Merencanakan Perjalanan

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |