CANTIKA.COM, Jakarta - Tahap perawatan kulit dengan eksfoliasi memang jadi salah satu kunci utama untuk mendapatkan kulit yang halus, cerah, dan bebas kusam. Namun, dalam urusan merawat wajah, prinsip "semakin sering semakin baik" sama sekali tidak berlaku. Keinginan untuk mendapatkan glowing skin secara instan sering kali membuat kita tanpa sadar terjebak dalam over exfoliation.
Mengutip penjelasan pakar dermatologi dari Healthline, eksfoliasi berlebihan, baik menggunakan chemical exfoliation seperti menggunakan skincare yang mengandung AHA BHA maupun physical exfoliation seperti scrub dapat mengikis lapisan pelindung alami kulit alias skin barrier. Padahal, skin barrier berfungsi penting untuk mengunci kelembapan dan melindungi wajah dari polusi serta bakteri.
Jika skin barrier sudah terganggu, kesehatan kulit justru akan menurun drastis. Yuk, kenali tanda kulit over exfoliation sejak dini agar kamu bisa segera mengatasinya sebelum terlambat!
Apa Itu Over Exfoliation
Over exfoliation adalah kondisi ketika kulit wajah mengalami eksfoliasi berlebihan, baik dari segi frekuensi pemakaian maupun konsentrasi bahan aktif yang terlalu tinggi. Aktivitas mengikis sel kulit mati yang dilakukan terlalu sering akan mengangkat lapisan lipid sehat pada permukaan kulit. Alih-alih mendapatkan wajah yang segar, kulit justru kehilangan kemampuan alaminya untuk mempertahankan kelembapan dan melindungi diri dari paparan iritan luar.
Tanda Kulit Mengalami Over Exfoliation
Mengenali tanda kulit rusak akibat eksfoliasi sejak dini sangat penting agar kamu bisa mengambil langkah penanganan yang tepat. Berikut adalah beberapa indikasi yang sering muncul pada wajah ketika mengalami over exfoliation.
Kulit Kemerahan dan Perih
Salah satu gejala awal yang paling sering dirasakan adalah munculnya rasa panas, perih, atau sensasi seperti terbakar saat kamu mengaplikasikan produk perawatan wajah. Wajah juga tampak kemerahan dan terlihat lebih meradang dari biasanya.
Kulit Mengelupas dan Bersisik
Proses regenerasi kulit yang dipaksa berjalan terlalu cepat akan memicu kulit mengelupas di beberapa area. Tekstur kulit pun terasa kasar, bersisik, dan kehilangan kehalusan alaminya.
Muncul Bruntusan atau Jerawat Kecil
Banyak yang menyangka bruntusan setelah eksfoliasi adalah hal biasa. Padahal, ketika skin barrier menipis dan rusak, bakteri lebih mudah masuk ke dalam pori-pori. Hal ini memicu timbulnya bruntusan hingga jerawat-jerawat kecil secara mendadak.
Kulit Terlihat Mengilap tapi Sebenarnya Kering
Pernahkah kamu melihat wajah tampak sangat mengilap, tetapi rasanya tertarik dan kencang? Tampilan mengilap ini bukanlah kilau sehat, melainkan sinyal bahwa kulit telah kehilangan kelembapan alami dan lapisan pelindungnya menipis tajam.
Sensitif terhadap Produk yang Biasa Dipakai
Kondisi ini membuat kulit sensitif secara tiba-tiba. Produk pembersih atau pelembap lembut yang biasanya aman dipakai sehari-hari mendadak memberikan efek perih atau gatal saat diusapkan ke wajah.
Penyebab Over Exfoliation
Ada beberapa kebiasaan dalam merawat wajah yang sering memicu timbulnya eksfoliasi berlebihan, antara lain:
- Menggabungkan Banyak Bahan Aktif: Menggunakan exfoliating toner berbahan dasar AHA BHA bersamaan dengan bahan aktif kuat lainnya seperti retinol atau vitamin C tinggi.
- Memakai Scrub Terlalu Kasar: Penggunaan physical exfoliation dengan buliran scrub yang tajam dan digosok terlalu kuat pada kulit wajah.
- Eksfoliasi Terlalu Sering: Melakukan eksfoliasi setiap hari tanpa memberikan waktu bagi kulit untuk beristirahat dan beregenerasi.
- Penggunaan Alat Pembersih Berlebih: Memakai sikat pembersih wajah (cleansing brush) secara agresif saban hari.
Cara Mengatasi Kulit yang Over Exfoliation
Jika kamu menyadari wajah sudah menunjukkan tanda-tanda iritasi akibat eksfoliasi berlebihan, berikut cara mengatasi over exfoliation dengan cepat:
- Hentikan Semua Produk Eksfoliasi: Istirahatkan kulit dari penggunaan AHA BHA, scrub, maupun retinol selama beberapa minggu hingga kondisi kulit stabil kembali.
- Kembali ke Basic Skincare: Gunakan pembersih wajah yang lembut (gentle cleanser), pelembap (moisturizer), dan sunscreen di siang hari.
- Fokus pada Bahan Soothing dan Barrier Repair: Pilih pelembap yang mengandung ceramide, hyaluronic acid, centella asiatica, atau aloe vera untuk menenangkan kulit kemerahan dan memperbaiki skin barrier.
- Gunakan Sunscreen Secara Rutin: Kulit yang sedang iritasi sangat rentan terhadap paparan sinar UV. Selalu lindungi wajah dengan sunscreen yang memiliki formula lembut.
Catatan Penting: Apabila kondisi kulit tidak kunjung membaik, tetap terasa perih, atau iritasi makin parah setelah beberapa minggu menghentikan eksfoliasi, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi ke dermatolog atau dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Cara Mencegah Over Exfoliation di Kemudian Hari
Agar masalah ini tidak terulang kembali, kamu bisa menerapkan beberapa langkah pencegahan berikut.
- Mulai Secara Perlahan: Bagi pemula, mulailah dengan frekuensi satu kali seminggu menggunakan konsentrasi bahan aktif yang rendah.
- Pahami Kebutuhan Kulit: Dengarkan respons kulitmu. Jika terasa mulai agak kering atau sensitif, kurangi frekuensi pemakaian.
- Hindari Memadukan Bahan Eksfoliasi: Jangan campur produk physical exfoliation dan chemical exfoliation dalam satu rangkaian rutinitas malam yang sama.
- Selalu Imbangi dengan Hydration: Pastikan kamu selalu mengaplikasikan pelembap yang menghidrasi setelah melakukan eksfoliasi.
FAQ Seputar Over Exfoliation
1. Berapa lama kulit pulih dari over exfoliation?
Waktu pemulihan kulit bervariasi tergantung tingkat keparahan iritasi, umumnya memakan waktu sekitar 2 hingga 4 minggu seiring dengan siklus alami regenerasi kulit.
2. Apakah over exfoliation bisa menyebabkan jerawat?
Ya, eksfoliasi berlebihan dapat merusak skin barrier sehingga bakteri penyebab jerawat lebih mudah masuk dan memicu peradangan berupa bruntusan atau jerawat.
3. Skincare apa yang aman dipakai saat kulit over exfoliation?
Gunakan rangkaian basic skincare berformula lembut tanpa wewangian (fragrance-free), serta pelembap yang kaya akan ceramide, hyaluronic acid, atau centella asiatica.
4. Berapa kali idealnya eksfoliasi wajah dalam seminggu?
Secara umum, eksfoliasi ideal dilakukan 1 hingga 3 kali dalam seminggu, disesuaikan dengan jenis dan toleransi kulit masing-masing.
5. Apa beda over exfoliation dengan purging?
Purging adalah penyesuaian kulit yang ditandai dengan munculnya jerawat di area yang biasa berjerawat dan biasanya mereda dalam beberapa minggu. Sementara over exfoliation adalah kerusakan skin barrier yang disertai rasa perih, kulit mengelupas, kemerahan, dan bruntusan di area baru.
6. Bagaimana cara tahu jenis eksfoliasi yang cocok untuk kulit yang sensitif?
Untuk kulit sensitif, jenis chemical exfoliation bersenyawa lembut seperti PHA atau AHA jenis mandelic acid jauh lebih direkomendasikan dibandingkan scrub kasar. Jangan lupa untuk selalu melakukan patch test terlebih dahulu di area leher atau belakang telinga sebelum mengaplikasikannya ke seluruh wajah.
Nah, merawat kesehatan kulit memang membutuhkan kesabaran dan kepekaan untuk mendengarkan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh wajahmu. Glowing dan halus memang impian semua orang, tetapi konsistensi dalam merawat skin barrier jauh lebih penting daripada hasil instan.
Dengan mengenali tanda-tanda over exfoliation sejak dini dan tahu kapan harus mengistirahatkan kulit, kamu bisa menjaga wajah tetap sehat, lembap, dan terlindungi. Ingat, skincare yang tepat adalah yang membuat kulitmu merasa nyaman, bukan malah tersiksa. Sudahkah kamu menggunakan tahap eksfoliasi secara tepat?
Pilihan Editor: Mandelic Acid: Manfaat, Cara Pakai, dan Bedanya dengan Glycolic Acid Menurut Dokter Kulit
HEALTHLINE | CLEVELAND CLINIC | MAYOCLINIC | ALODOKTER
Carolyn Nathasa Dharmadhi
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

















































