Trump Ancam Serangan Lanjutan ke Iran Usai Serangan Terbaru

6 hours ago 2

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melancarkan aksi militer tambahan terhadap Iran setelah pesawat tempur AS kembali menyerang sejumlah sasaran militer di negara itu. Ancaman tersebut disampaikan Trump di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran menyusul serangan terhadap kapal dagang di sekitar Selat Hormuz.

Menurut laporan Anadolu pada Ahad, 28 Juni, Trump menyatakan pesawat militer Amerika telah menghantam lokasi penyimpanan rudal dan drone serta fasilitas radar pantai milik Iran. Ia menuding serangan itu dilakukan karena Iran kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata.

“Pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta situs radar pantai karena kembali melanggar perjanjian gencatan senjata!” tulis Trump melalui platform Truth Social.

Trump juga meragukan kesediaan Iran mengubah sikapnya. “Sangat mungkin mereka tidak akan pernah belajar,” katanya.

Trump Ancam Selesaikan Operasi Militer

Dalam pernyataan yang sama, Trump mengatakan pemerintah Amerika Serikat bisa mencapai titik ketika tidak lagi dapat bersikap lunak terhadap Iran. Menurut dia, Washington dapat dipaksa menyelesaikan operasi militer yang telah dimulai.

“Kami bisa mencapai titik ketika tidak lagi dapat bersikap masuk akal dan terpaksa menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kami mulai dengan sangat berhasil,” ujar Trump.

Ia kemudian melontarkan ancaman yang lebih keras terhadap Iran. “Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi,” katanya. Pernyataan Trump muncul setelah militer Amerika mengumumkan serangan tambahan terhadap sejumlah target di Iran.

Dilansir TRT World, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukannya melancarkan serangan tambahan pada 27 Juni atas arahan Panglima Tertinggi Amerika Serikat. Operasi tersebut disebut sebagai respons langsung terhadap serangan Iran terhadap kapal tanker berbendera Panama, M/T Kiku, yang sedang melintas di dekat Selat Hormuz.

Menurut CENTCOM, sebuah drone bunuh diri yang diluncurkan Iran menghantam kapal tersebut pada pukul 04.30 waktu setempat ketika mengangkut lebih dari dua juta barel minyak mentah.

“Pasukan CENTCOM melancarkan serangan hari ini sebagai respons langsung terhadap agresi Iran yang terus berlanjut terhadap pelayaran komersial,” demikian pernyataan CENTCOM.

Militer Amerika menyatakan sasaran serangan meliputi infrastruktur pengawasan militer, sistem komunikasi, lokasi pertahanan udara, fasilitas penyimpanan drone, serta kemampuan penebar ranjau milik Iran.

Ledakan Terjadi di Iran Selatan

Beberapa jam setelah serangan tersebut, televisi pemerintah Iran melaporkan sejumlah ledakan terdengar di Kota Sirik, Iran selatan, pada Ahad. Mengutip sumber militer, media pemerintah menyebut proyektil menghantam sebuah menara telekomunikasi di Desa Tahrouyi.

Secara terpisah, Kantor Berita Fars melaporkan ledakan juga terdengar di Desa Misin di Pulau Qeshm, Iran selatan. Hingga kini belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat insiden tersebut.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |