CANTIKA.COM, Jakarta - Sejarah Indonesia tidak hanya dibangun oleh tokoh laki-laki. Pahlawan wanita Indonesia hadir sebagai sosok berani yang melawan penjajahan, memperjuangkan pendidikan, hingga membela hak perempuan di tengah keterbatasan zaman. Perjuangan mereka menjadi pondasi penting bagi kemerdekaan dan kemajuan bangsa.
Dari medan perang hingga ruang kelas, pahlawan perempuan Indonesia menunjukkan bahwa kekuatan tidak selalu tentang fisik, tetapi juga keteguhan hati dan kecerdasan. Berikut deretan pahlawan nasional wanita yang jejaknya masih terasa hingga hari ini termasuk sosok berhijab dan nama-nama yang jarang disorot. Berikut 20 pahlawan wanita Indonesia yang mengubah sejarah:
1. R.A Kartini
Raden Ajeng atau R.A. Kartini lahir dan tumbuh dalam lingkungan bangsawan Jawa yang sarat aturan, terutama bagi perempuan. Ruang geraknya dibatasi oleh adat, termasuk tradisi pingitan, namun kondisi tersebut tidak mampu memadamkan rasa ingin tahunya terhadap dunia dan ilmu pengetahuan.
Di balik keterbatasan itu, Kartini menemukan kebebasan melalui bacaan dan tulisan. Ia melahap buku-buku dari Eropa dan menjalin korespondensi dengan teman-temannya di Belanda, menuangkan kegelisahan sekaligus impiannya tentang masa depan perempuan Indonesia yang setara dalam pendidikan.
2. Cut Nyak Dien
Cut Nyak Dhien atau dikenal Cut Nyak Dien lahir di Aceh Besar pada 1848 dan tumbuh sebagai sosok perempuan tangguh yang berani melawan penjajahan. Setelah Teuku Umar gugur, ia tidak larut dalam duka, justru berdiri di garis depan sebagai pemimpin perlawanan rakyat Aceh.
Cut Nyak Dien. Wikipedia
Dengan strategi gerilya yang cerdas, Cut Nyak Dien memimpin pasukan di hutan-hutan Aceh meski hidup dalam keterbatasan. Hingga akhir hayatnya di pengasingan Sumedang, ia tetap menjadi simbol keberanian perempuan Indonesia yang setia membela tanah air tanpa menyerah.
3. Martha Christina Tiahahu
Martha Christina Tiahahu dikenal sebagai pahlawan wanita Indonesia yang lahir pada 4 Januari 1800 di Nusa Laut, Maluku. Putri Kapitan Paulus Tiahahu ini sudah terlibat dalam perlawanan rakyat Maluku sejak usia belia, bahkan turut mendukung perjuangan Pattimura melawan kolonial Belanda.
Martha Christina Tiahahu. Wikipedia
Meski usianya baru sekitar 17 tahun, Martha menunjukkan keberanian luar biasa dengan tetap terjun ke medan perjuangan meski sempat dilarang sang ayah. Ia berperan aktif dalam perlawanan besar di Maluku dan terlibat langsung dalam pertempuran di wilayah Ulat dan Ouw, Saparua, sebagai simbol keteguhan perempuan muda Nusantara.
4. Laksamana Malahayati
Laksamana Malahayati atau Keumalahayati dikenal sebagai pejuang perempuan dari Kesultanan Aceh yang tumbuh dalam lingkungan maritim dan kepemimpinan. Keberanian pahlawan wanita Indonesia ini tercatat saat ia memimpin serangan laut melawan armada Belanda hingga menewaskan Cornelis de Houtman pada 1599, yang kemudian mengukuhkannya sebagai laksamana.
Laksamana Malahayati. Wikipedia.org
Malahayati gugur pada 1615 ketika mempertahankan Teluk Krueng Raya dari serangan Portugis, meninggalkan jejak kepemimpinan perempuan yang dikenang hingga kini.
5. Fatmawati
Istri ketiga Presiden Soekarno, Fatmawati, memegang peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Dengan penuh dedikasi, ia menjahit Bendera Merah Putih yang kemudian berkibar sebagai simbol perjuangan bangsa.
Fatmawati Soekarno, Kemendikbud
Meski sedang hamil tua, semangatnya untuk menyelesaikan jahitan tidak pernah surut. Keberanian dan ketekunan Fatmawati menjadi inspirasi bagi generasi penerus tentang cinta Tanah Air dan pengorbanan perempuan.
6. Raden Dewi Sartika
Perempuan asal Bandung ini lahir pada 4 Desember 1884 dan sejak muda sudah menunjukkan kepedulian besar terhadap pendidikan perempuan. Di tengah era ketika sekolah hanya untuk laki-laki, Dewi Sartika memulai langkah berani dengan mendirikan “Sekolah Istri” pada tahun 1904.
Dewi Sartika. Wikipedia
Melalui sekolahnya, ia mengajarkan kemampuan praktis seperti membaca, menulis, menjahit, sekaligus tata krama. Bagi Dewi Sartika, perempuan yang terdidik mampu menjadi pribadi mandiri sekaligus berkontribusi lebih luas bagi keluarga dan masyarakat.
7. Rasuna Said
Hajjah Rangkayo Rasuna Said lahir pada 14 September 1910 di Maninjau, Sumatera Barat, dari keluarga bangsawan Minangkabau. Ayahnya, Muhamad Said, bukan hanya seorang saudagar melainkan juga aktivis yang mendorong pendidikan dan kesetaraan bagi perempuan.
Rasuna Said. Ditjen K2KRS Kemsos
Rasuna Said dikenal gigih memperjuangkan kedudukan wanita setara dengan pria di Indonesia. Ia pernah aktif di organisasi perempuan Sarekat Rakyat, memperluas pengaruhnya dalam gerakan sosial dan politik.
8. Maria Walanda Maramis
Maria lahir di Kema, sebuah desa kecil yang kini termasuk dalam Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Setelah menikah dengan seorang guru bahasa Belanda, ia mempelajari bahasa tersebut dan mulai merancang ide untuk mengubah pola pikir masyarakat setempat.
Maria Walanda Maramis. Kemendikbud
Ia menyadari beberapa aturan adat Minahasa membatasi kesempatan perempuan untuk berkembang. Dari situ, Maria mendirikan organisasi perempuan bernama Percintaan Ibu kepada Anak Temurunnya (PIKAT) sebagai wadah pemberdayaan generasi wanita.
9. Satyawati Suleiman
Satyawati Suleiman, lahir di Bogor pada 1920, menjadi salah satu arkeolog perempuan pionir di Indonesia. Penelitiannya fokus pada kerajaan-kerajaan besar Nusantara, terutama Sriwijaya, yang membuka wawasan baru tentang sejarah bangsa.
Di tengah dunia akademik yang didominasi laki-laki, Satyawati membuktikan kemampuan perempuan melalui karya ilmiah dan dedikasinya. Usahanya menumbuhkan kesadaran bahwa sejarah dan budaya Indonesia adalah warisan yang harus dijaga, sekaligus menginspirasi generasi perempuan di bidang ilmu pengetahuan.
10. Cut Meutia
Cut Meutia adalah pahlawan wanita Indonesia yang terkenal karena keberaniannya melawan penjajah Belanda. Lahir di Keureutoe, Pirak Timu, Aceh Utara pada 15 Februari 1870, ia dikenal sebagai sosok tangguh yang tidak gentar menghadapi medan perang.
Bersama suaminya, Teuku Muhammad, Cut Meutia memimpin perlawanan melawan kolonialisme. Hingga akhir hayatnya pada 24 Oktober 1910, ia tetap berjuang dengan sisa pasukannya, meninggalkan jejak keberanian yang menjadi inspirasi generasi bangsa.
11. Siti Hartinah
Istri dari Presiden Soeharto, yang akrab dikenal sebagai Tien Soeharto, memiliki peran signifikan dalam perkembangan sosial dan budaya Indonesia. Lahir di Desa Jaten, Surakarta, pada 23 Agustus 1923, ia dikenal sebagai sosok berwawasan luas dan berani mengusulkan gagasan progresif.
Presiden Soeharto bersama istri Ny. Tien Soeharto saat mengunjungi Museum Pengamon di Berlin, Jerman, 1991. Dok.TEMPO.
Salah satu ide pentingnya adalah menentang praktik poligami di kalangan pejabat negara, menunjukkan kepeduliannya terhadap kesetaraan gender. Selain itu, ia juga berkontribusi dalam merancang konsep Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yang kini menjadi ikon wisata dan budaya nasional.
12. Opu Daeng Risadju
Opu Daeng Risadju berasal dari Sulawesi Selatan dan lahir dari keluarga bangsawan kerajaan Luwu. Ia dikenal karena kontribusinya dalam kebangkitan nasional serta peran strategis selama masa revolusi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepiawaiannya memimpin dan keberaniannya di medan perjuangan membuatnya dijuluki Srikandi Tanah Luwu. Namanya tetap dikenang sebagai simbol keberanian perempuan yang berani bersuara dan bertindak untuk kemerdekaan bangsa.
13. Rohana Kudus
Rohana Kudus, lahir dengan nama Siti Ruhana pada 20 Desember 1884 di Koto Gadang, Sumatera Barat, adalah sosok perempuan yang mengubah sejarah Indonesia lewat pendidikan dan jurnalistik. Dari desa kecilnya, ia menunjukkan bahwa semangat belajar dan menulis bisa melampaui batasan zaman dan wilayah.
Sebagai wartawati perempuan pertama di Indonesia, Rohana Kudus mendirikan sekolah Kerajinan Amai Setia pada 1911 dan aktif menulis di surat kabar Poetri Hindia. Ia mendirikan surat kabar Soenting Melajoe pada 1912, membuka ruang bagi perempuan untuk bersuara di era pers yang didominasi laki-laki.
Lewat tulisannya, Rohana menyoroti isu pendidikan, pernikahan dini, dan hak perempuan untuk bekerja. Pena yang ia gunakan menjadi alat perjuangan melawan ketidakadilan sosial dan membentuk kesadaran perempuan Indonesia pada masanya.
14. Raden Siti Jenab
Raden Siti Jenab dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan visioner yang lahir di Indramayu pada tahun 1830, jauh sebelum isu kesetaraan mendapat ruang luas. Sejak muda, ia percaya bahwa pendidikan adalah kunci agar perempuan mampu berdiri sejajar dan menentukan masa depannya sendiri.
Gagasan tersebut diwujudkannya melalui pendirian Sekolah Keutamaan Istri di Cianjur pada 1906, yang kemudian berkembang dan dipindahkan ke Bandung. Meski perjuangannya sempat luput dari sorotan pada masanya, pemikiran Raden Siti Jenab kini dipandang sebagai fondasi penting bagi gerakan pendidikan dan emansipasi perempuan di Indonesia.
15. Karlina Leksono Supelli
Karlina Leksono Supelli dikenal sebagai salah satu astronom dan filsuf perempuan pertama di Indonesia, yang memadukan kecemerlangan akademik dengan keberanian menyuarakan opini publik. Kiprahnya tidak hanya di bidang sains, tetapi juga dalam mengangkat isu kemanusiaan dan keadilan sosial.
Ia aktif dalam gerakan reformasi 1998 dan sering menyuarakan pandangan kritis mengenai etika, hak perempuan, dan tanggung jawab sosial. Karlina membuktikan bahwa perjuangan perempuan tidak berhenti di masa lalu, melainkan terus berkembang melalui kontribusi intelektual dan keberanian berpikir bebas.
16. Andi Depu
Andi Depu adalah pahlawan perempuan Indonesia yang gagah berani mempertahankan Tinambung, Polewali Mandar, Sulawesi Barat dari agresi Belanda. Keberaniannya semakin tersohor saat ia mengibarkan bendera Merah Putih di hadapan pasukan Jepang yang tiba pada 1942.
Andi Depu Maraddia Balanipa. Istimewa
Pengorbanannya mendapat penghargaan tinggi, termasuk Bintang Mahaputra Tingkat IV dari Presiden Soekarno. Pada 10 November 2018, ia resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo, bersama tokoh-tokoh besar lain seperti Abdurrahman Baswedan dan Depati Amir.
17. Nyi Ageng Serang
Nyi Ageng Serang lahir di Desa Serang pada 1762 dan merupakan putri dari pangeran penguasa setempat. Meski berasal dari keluarga bangsawan, ia tak ragu memimpin perlawanan melawan penjajah di wilayah Kulonprogo.
Peran Nyi Ageng Serang dalam sejarah Indonesia sangat strategis, terutama dalam merancang taktik perang yang cerdik. Salah satu strateginya yang terkenal adalah menyamar di balik semak dengan daun lambu untuk mengecoh musuh.
18. Siti Walidah
Siti Walidah, yang juga dikenal sebagai Nyai Ahmad Dahlan, adalah pahlawan wanita Indonesia yang gigih memberantas kebodohan dan diskriminasi di masyarakat. Bersama suaminya, ia menanamkan nilai-nilai pendidikan dan kesetaraan yang terinspirasi dari Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 93.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Siti Walidah mendirikan organisasi Aisyiyah yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan pendidikan anak. Langkahnya ini membuatnya menjadi salah satu tokoh perempuan yang pengaruhnya masih dirasakan hingga kini.
19. Siti Manggopoh
Siti Manggopoh adalah pahlawan nasional wanita berhijab dari Sumatra Barat yang terkenal karena keberaniannya menentang penjajah Belanda. Ia lahir pada Mei 1880 di Manggopoh, Lubuk Basung, dan namanya melekat dalam sejarah Perang Belasting, perlawanan rakyat terhadap kebijakan pajak kolonial.
Bersama suaminya, Siti Manggopoh menunjukkan keberanian yang luar biasa hingga dijuluki "Singa Betina dari Manggopoh." Jasanya diakui secara resmi oleh pemerintah Indonesia ketika dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 2 Mei 1964, menjadikannya simbol keteguhan dan semangat perempuan Indonesia.
20. Emmy Saelan
Emmy Saelan merupakan pahlawan wanita kelahiran 15 Oktober 1924. Berprofesi sebagai perawat, Emmy turut berjuang mempertahankan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Sulawesi Selatan pada tahun 1946 silam.
Emmy bergabung dengan Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS) di bawah komando Ranggong Daeng Romo pada tahun 1946. Langkah ini ia ambil untuk melawan niat Belanda kembali menguasai Indonesia pada masa itu. Selama di LAPRIS, Emmy membantu pasukan yang bertempur, menjadi mata-mata hingga tim dapur umum.
Pilihan Editor: Rekomendasi Film Indonesia Bertema Pahlawan, Mulai Kartini Hingga Bumi Manusia
SITI MUPLIKAH
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.


















































