Ade Rai: Pengalaman Pertama dan Terakhir Main Film

4 hours ago 3

BINARAGAWAN sekaligus pemerhati olahraga, Ade Rai, terlibat dalam film Semua akan Baik-baik Saja karya sutradara Baim Wong. Di balik debutnya tersebut, Ade Rai menegaskan bahwa proyek ini merupakan proyek perdana sekaligus terakhir bagi dirinya di layar lebar.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ade Rai menceritakan pergolakan batinnya sebelum akhirnya memutuskan untuk terjun ke dunia seni peran. Menurutnya, keputusan ini diambil bukan karena keinginan untuk beralih profesi, melainkan murni alasan pribadi dan prinsip hidup yang ia pegang teguh.

Prinsip Kapasitas dan Tahu Diri

Ade Rai dikenal sebagai sosok yang sangat disiplin, tidak hanya soal fisik tetapi juga soal prinsip hidup. Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya bagi seseorang untuk "mengetahui diri" terhadap kapasitas yang dimiliki. Baginya, setiap individu memiliki ladang pengabdiannya masing-masing, dan bagi Ade, ladang tersebut adalah dunia kesehatan.

"Enggak kebayang juga saya ada di dalam situasi ini. Tapi dari dulu memang saya mencoba untuk tahu diri dalam arti kalau di dalam dunia hiburan, kebutuhan dunia hiburan terhadap saya itu tidak sebesar dalam dunia kesehatan terhadap saya," tutur Ade saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Mei 2026,

Ia menyadari bahwa kehadirannya di industri kesehatan jauh lebih krusial dibandingkan kehadirannya di depan kamera sebagai aktor. Kesadaran inilah yang membuatnya sempat ragu untuk menerima tawaran bermain film. Bagi Ade, energinya harus tetap mengacu pada edukasi kebugaran dan gaya hidup sehat bagi masyarakat luas.

"Kebutuhan saya memang tenaganya ada di sana. Jadi segala sesuatu yang berhubungan sama kesehatan, edukasi kebugaran dan sebagainya mungkin itu memang bidang saya sih. Jadi ini kebetulan memang bukan bidang saya," ungkapnya.

Sempat Menolak Tawaran Baim Wong

Sutradara dan aktor Baim Wong, ketika berkunjung ke kantor redaksi Tempo, Jakarta, 29 April 2026. Tempo/Ratih Purnama

Keterlibatan Ade Rai dalam film Semua akan Baik-baik Saja ternyata melalui proses yang tidak instan. Sang sutradara, Baim Wong, harus melakukan upaya ekstra untuk meyakinkan sahabatnya tersebut. Ade mengaku pada awalnya ia secara tegas telah menolak karena merasa tidak memiliki kapabilitas sebagai aktor profesional.

“Sebenarnya aku sudah menolak sih, karena pada saat itu juga aku pikir tidak dalam kapasitasku, jadi aku juga enggak mau,” ucap Ade Rai. Ketakutan tidak akan bisa memberikan performa terbaik bagi tim produksi menjadi alasan utamanya menolak di awal.

Namun, faktor hubungan personal menjadi kunci utama. Baim Wong berhasil meyakinkan Ade bahwa peran yang ditulisnya memang dikhususkan untuk karakter Ade Rai. Baim merasa hanya Ade yang mampu menghidupkan visi yang ada di kepalanya ke dalam bentuk visual film.

"Saya keseluruhan baik-baik saja sama Baim saja sih sebenarnya. Karena di kepala Baim ada satu peran yang menurut Baim peran itu saya yang bermain," ungkapnya. Atas dasar kepercayaan dan persahabatan, Ade akhirnya luluh dan bersedia membantu kesuksesan film tersebut.

Aksi Filantropi, Berakting Tanpa Bayaran

Salah satu fakta paling mengharukan dari produksi film ini adalah sikap Ade Rai yang enggan menerima kehormatan. Dalam sebuah kesempatan, Baim Wong membocorkan rahasia dapur produksi bahwa Ade Rai berpartisipasi secara cuma-cuma alias tanpa biaya.

Baim menceritakan bahwa saat dirinya bermaksud meminta nomor rekening untuk mengirimkan honor, Ade Rai langsung menolaknya. Ade merasa bahwa bantuan yang ia berikan adalah bentuk dukungan tulus untuk sahabatnya, tanpa perlu dikomersialkan.

"Jadi ini aku buka sekarang saja ya kebaikan Ade Rai, pas saya chat kirim nomor rekening, dia jawab enggak usah begitu," kata Baim Wong memuji keikhlasan rekan mainnya itu.

Meski menyatakan ini akan menjadi pengalaman terakhirnya berakting, Ade Rai mengaku tetap bersyukur atas pengalaman langka yang ia dapatkan selama proses syuting. "Sebenarnya secara umum saya bersyukur sekali ya diberikan kesempatan untuk bisa berada atau menjadi bagian dari film ini yang menurut saya itu satu hal yang sangat saya syukuri," tutupnya.

ANDARA ANGESTI

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |