PERUM Bulog menyatakan akan memperkuat operasional pabrik PT Gendhis Multi Manis (GMM) agar mampu menyerap tebu petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, secara optimal. Selain itu, upaya itu dilakukan untuk menjaga kepercayaan petani terhadap industri gula nasional.
"Penguatan operasional PT GMM dilakukan Bulog sebagai komitmen dalam menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan petani tebu di Blora," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Perum Bulog Tomi Wijaya, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 2 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dia menyampaikan sejumlah langkah strategis telah dilakukan sebagai bentuk keseriusan perusahaan dalam memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kinerja operasional pabrik gula. Sebagai bagian dari upaya pembenahan, Bulog telah mengusulkan pergantian manajemen PT GMM dengan susunan yang baru.
Tomi menuturkan langkah itu merupakan respons terhadap berbagai masukan dan harapan yang disampaikan para petani tebu agar perusahaan dapat dikelola secara lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada petani.
Perubahan manajemen diharapkan dapat memperkuat koordinasi operasional, meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan, serta mendorong terciptanya hubungan yang lebih baik antara perusahaan dengan petani sebagai mitra utama.
Selain pembenahan manajemen, Bulog juga telah mengajukan usulan perbaikan mesin boiler PT GMM kepada pemegang saham melalui mekanisme yang berlaku. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan keandalan fasilitas produksi guna mendukung kelancaran proses giling dan optimalisasi kinerja pabrik.
Tomi menegaskan Bulog memahami keberlangsungan operasional pabrik gula yang optimal sangat penting untuk menjamin kelancaran penerimaan dan pengolahan tebu petani. Oleh karena itu, berbagai langkah perbaikan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik.
Tomi melanjutkan, Bulog sebagai perusahaan BUMN berkomitmen mendengarkan aspirasi petani dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan guna mendukung keberlangsungan industri gula nasional. “Setiap masukan dari petani menjadi perhatian kami," kata dia.
Sebelumnya, PT Gendhis Multi Manis (GMM) Blora, Jawa Tengah, mengalihkan pengiriman tebu petani ke sejumlah pabrik gula lain di sekitar Blora maupun di luar daerah agar hasil panen petani tetap dapat terserap. Hal itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT GMM Sri Emilia Mudiyanti.
"Kami sudah membentuk tim untuk membantu proses pengalihan pengiriman tebu petani ke pabrik gula lain. Sedangkan PG GMM Blora saat ini belum bisa melakukan operasional karena kendala teknis mesin," kata Sri saat berdialog dengan perwakilan petani tebu dan Front Blora Selatan, kemarin.
Para petani tebu di Blora sebelumnya menggelar aksi di PT GMM. Mereka menuntut perusahaan agar menyerap tebu petani sesuai dengan yang sudah dijanjikan. Berbagai upaya sudah dilakukan petani namun upaya menyerap tebu belum terealisasi.
















































