BPS: Pertumbuhan Ekonomi Q1 2026 Tertinggi dalam 5 Tahun

3 hours ago 3

BADAN Pusat Statistik mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada periode Januari–Maret 2026 meningkat sebesar 5,61 persen secara tahunan. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 merupakan yang tertinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau dilihat 2021 sampai 2026, belum pernah yang melebihi 5,61,” kata, Amalia dalam konferensi pers di gedung BPS, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Secara historis, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I dalam lima tahun terakhir pernah terkontraksi pada 2021. Saat itu pertumbuhan ekonomi pada Januari–Maret 2021 tercatat minus 0,69 persen. 

Kemudian capaiannya meningkat secara tahunan pada kuartal pertama 2022 di level 5,03 persen. Pertumbuhan ekonomi kuartal I melanjutkan tren pada 2023 di level 5,04 persen dan naik ke 5,11 persen pada 2024. Pertumbuhan ekonomi kuartal I kembali mengalami kontraksi pada 2025 di level 4,87 persen. 

Adapun produk domestik bruto (PDB) pada kuartal pertama 2026 atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp 6.187,2 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp 3.447,7 triliun.

Dari sisi produksi, lapangan usaha yang memberi kontribusi utama terhadap pertumbuhan PDB adalah pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi. Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah industri pengolahan yang tumbuh 1,03 persen. Kemudian disusul perdagangan sebesar 0,82 persen, pertanian 0,55 persen, dan konstruksi sebesar 0,53 persen. 

Menurut Amalia, pertumbuhan industri pengolahan pada kuartal I 2026 didorong oleh permintaan domestik dan luar negeri. Industri makanan dan minuman misalnya, yang tumbuh 7,04 persen karena peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri.

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 5,52 persen. Kemudian disusul PMTB sebesar 5,96 persen. Adapun kontribusi total keduanya adalah 82,65 persen terhadap total PDB. 

Sebelumnya Bank Indonesia atau BI mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2026 turun menjadi 122,9 dibandingkan Februari yang berada di posisi 125,2. Dengan demikian, tren penurunan IKK masih berlanjut. Adapun pada Januari 2026, IKK tercatat berada di level 127.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |