Oscar Batasi Penggunaan AI

3 hours ago 3

DEWAN pengurus Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) atau Oscar secara resmi mengumumkan langkah untuk memproteksi integritas karya seni manusia di tengah ancaman teknologi digital. Lembaga tersebut merilis pembaruan persyaratan pada Jumat, 1 Mei 2026 waktu setempat yang mendefinisikan ulang kriteria kelayakan bagi film-film yang ingin bersaing di ajang Academy Awards ke-99 mendatang.

Laporan The Hollywood Reporter menyebut fokus utama dari pembaruan ini adalah memastikan bahwa Piala Oscar tetap menjadi simbol pencapaian manusia, bukan hasil dari kalkulasi algoritma. Keputusan ini muncul setelah memuat panjang di Hollywood mengenai penggunaan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin masif, yang berperan penting bagi para pekerja kreatif.

Menjaga Eksistensi Aktor dan Penulis

Dalam siaran pers resminya, akademi memberikan penekanan khusus pada dua sektor yang paling rentan terhadap intervensi AI, yakni seni peran dan penulisan naskah. Akademi tidak lagi memberikan "ruang abu-abu" bagi karakter atau karya yang dihasilkan sepenuhnya oleh mesin.

Dalam kategori akting, aturan baru tersebut menyatakan: "Hanya peran yang dikreditkan dalam koleksi hukum film dan terbukti dilakukan oleh manusia dengan persetujuan mereka yang akan dianggap memenuhi persyaratan."

Poin ini sangat krusial karena menyangkut legalitas kredit film dan persetujuan aktor. Tujuannya adalah mencegah penggunaan replikasi digital atau teknologi deepfake tanpa kompensasi atau izin. Dengan aturan ini, penampilan seorang aktor haruslah autentik dan lahir dari interpretasi emosional manusia di lokasi syuting.

Hal senada diperkenalkan dalam bidang penulisan. Mengutip laporan dari People , AMPAS kini mengkodifikasi bahwa sebuah skenario wajib ditulis oleh manusia agar dapat dianggap memenuhi persyaratan. Langkah ini menutup pintu bagi naskah yang dihasilkan oleh model bahasa besar atau large language model (LLM) yang hanya bekerja berdasarkan perintah tanpa sentuhan manusia kreatif yang substansial.

Revolusi Jalur Film Internasional

Selain isu AI, pembaruan ini juga membawa angin segar bagi para sineas global. Akademi memperkenalkan mekanisme baru dalam pengiriman film untuk kategori Film Fitur Internasional.

Kini, terdapat dua cara bagi sebuah negara untuk mengirimkan film mereka. Cara pertama adalah jalur tradisional melalui seleksi resmi komite nasional negara masing-masing. Namun, jika jalur tersebut mengalami kendala (seperti ketiadaan komite yang disetujui), Akademi menyediakan jalur kedua yakni melalui komite seleksi yang disetujui langsung oleh pihak Akademi. Jalur ini dapat dicapai jika film tersebut telah memenuhi kualifikasi di festival film internasional yang diakui. Perubahan ini dianggap sebagai revolusi karena memberikan perlindungan bagi karya berkualitas dari hambatan birokrasi di tingkat negara asal.

Menuju Perhelatan Oscar 2027

Perubahan mendasar ini akan menjadi standar bagi pelaksanaan Academy Awards ke-99. Dilaporkan dari pengumuman resmi Akademi , malam penganugerahan Oscar 2027 tersebut diadakan akan berlangsung pada 14 Maret 2027 .

Setelah kesuksesan Conan O'Brien sebagai pembawa acara pada tahun ini, Akademi telah menetapkan garis waktu yang jelas untuk masa depan. Dengan rentang waktu persiapan yang cukup lama, para produser kini didorong untuk lebih transparan dalam mendokumentasikan proses kreatif mereka. Kebijakan ini menetapkan posisi Oscar sebagai benteng terakhir yang menjaga bahwa sentuhan manusia tetap menjadi ruh utama dalam setiap bingkai sinema.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |