BAGI warga dan wisatawan kota Palembang menawarkan alternatif untuk berjalan santai, berburu kuliner, dan menikmati pertunjukan seni pada malam hari melalui Car Free Night (CFN). Program itu diluncurkan di kawasan Jalan Kolonel Atmo pada Sabtu malam, 18 April 2026.
Jalan yang biasanya dipadati kendaraan itu disulap menjadi ruang wisata malam baru di Kota Palembang. Program tersebut akan menggantikan aktivitas keramaian Pedestrian Sudirman yang sempat ditutup saat Pandemi Covid-19 melanda Kota Palembang, di mana aktivitasnya terpusat di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Malam peluncuran CFN Atmo menghadirkan pengalaman wisata yang beragam. Di sepanjang ruas jalan sekitar 250 meter, puluhan stan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menyajikan aneka kuliner khas yang menggoda pengunjung. Masyarakat tampak memadati kawasan ini, berjalan santai menikmati malam tanpa lalu lintas kendaraan.
Aroma jajanan hangat itu berpadu dengan irama musik dan sorak penonton yang menyaksikan pertunjukan barongsai dan kesenian kuda lumping. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menemukan komunitas permainan tradisional hingga pameran hewan dari para penghobi.
Kehadiran beragam komunitas ini membuat kawasan CFN Atmo terasa seperti festival rakyat yang menyatukan hiburan, budaya, dan wisata kuliner dalam satu ruang terbuka. Persis seperti kawasan Pedestrian Sudirman yang juga selalu ramai pengunjung.
Destinasi wisata malam
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan CFN Atmo dirancang sebagai destinasi wisata malam baru yang ramah bagi masyarakat dan wisatawan. “Kita ingin memperkuat identitas Kota Palembang sebagai kota yang ramah, aman, dan modern,” katanya.
Ia berharap kawasan ini dapat menjadi pilihan warga untuk menikmati malam akhir pekan bersama keluarga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM lokal. “Kita berharap dengan adanya CFN ini dapat menumbuhkan ekonomi dari sektor UMKM,” katanya.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru juga menyambut baik kehadiran ruang wisata malam baru tersebut. Ia menilai CFN Atmo berpotensi menjadi magnet wisata kota yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Tentunya kami sangat men-support CFN, semoga ke depan aktivitas kegiatan ini dapat menjadi hiburan masyarakat Kota Palembang dan juga bisa menumbuhkan ekonomi dari sektor UMKM,” kata Herman Deru.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, serta penerangan kawasan agar pengunjung merasa nyaman menikmati suasana malam di pusat kota. “Mari bersama kita jaga lokasi CFN ini. Harapannya Kota Palembang akan semakin maju,” ujarnya.

















































