Di Balik Persetujuan iPhone 17 Pro Max Ikut Misi Artemis II

7 hours ago 2

BADAN Antariksa Amerika Serikat (NASA) meloloskan penggunaan iPhone 17 Pro Max bagi awak misi Artemis II. Setiap astronaut dibekali satu perangkat untuk mendokumentasikan perjalanan mereka menuju bulan.

Administrator NASA Jared Isaacman sebelumnya menyatakan para awak diizinkan membawa “smartphone terbaru” dalam misi tersebut. Laporan The New York Times mengungkap proses panjang di balik persetujuan itu.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Saat ini, empat iPhone 17 Pro Max diketahui tengah turut melaju menuju dan melintasi bulan dengan kecepatan sekitar 25.000 mil per jam. Meski bukan pertama kalinya iPhone dibawa ke luar angkasa, ini menjadi kali pertama setiap awak mendapatkan 'misi' menggunakan perangkat sendiri untuk mengambil foto dan video.

Penjualan iPhone 17 Series di Gerai iBox Kota Kasablanka, Jakarta, 17 Oktober 2025. Apple akhirnya resmi menjual iPhone 17, iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, dan iPhone Air di Indonesia yang dibanderol dari harga Rp 17.249.000 hingga Rp 43.999.000. Tempo/Martin Yogi Pardamean

Apple menyebut tidak terlibat dalam proses persetujuan oleh NASA. Namun, perusahaan itu menilai misi ini sebagai pertama kalinya iPhone memenuhi kualifikasi penuh untuk penggunaan jangka panjang di orbit dan seterusnya.

Meski demikian, fungsi perangkat sangat terbatas. NASA memastikan iPhone tersebut hanya digunakan untuk dokumentasi visual karena, menurut laporan 9to5Mac, 4 April 2026, “tidak dapat terhubung ke internet atau menggunakan Bluetooth.” 

Proses sertifikasi perangkat juga tidak sederhana. Seorang peneliti dari BioServe Space Technologies, Tobias Niederwieser, menjelaskan tahapan yang harus dilalui perangkat sebelum dinyatakan aman. Biasanya, kata dia, prosesnya memiliki empat tahap.

"Tahap pertama memperkenalkan perangkat keras ke panel keselamatan. Tahap kedua mengidentifikasi potensi bahaya dari perangkat tersebut, mulai dari bagian yang bergerak hingga material seperti kaca yang bisa pecah. Tahap ketiga menyusun rencana untuk mengatasi bahaya tersebut. Tahap keempat membuktikan bahwa rencana itu berhasil,” katanya menuturkan.

Dalam proses tersebut, NASA menilai berbagai potensi risiko, termasuk kemungkinan kaca pecah pada perangkat karena perbedaan ataupun perubahan tekanan udara. Ponsel iPhone 17 Pro Max sendiri dilengkapi Ceramic Shield 2 di bagian depan dan Ceramic Shield di bagian belakang, yang diklaim Apple lebih kuat dibanding kaca smartphone lain.

Selain itu, kondisi mikrogravitasi juga menjadi pertimbangan utama. Dalam kapsul tertutup seperti Orion, perangkat dapat berperilaku berbeda dibanding di bumi. NASA bahkan mempertimbangkan penggunaan Velcro untuk menempelkan ponsel di dalam kapsul, sementara sebelum peluncuran salah satu perangkat disimpan di saku pakaian penerbangan.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |