Kue Ketan Talam Durian Resmi Jadi Ikon Kuliner Pekanbaru

3 hours ago 1

INFO TEMPO - Kota Pekanbaru mencatatkan prestasi membanggakan dalam perayaan Hari Jadi ke-242 dengan menghadirkan Kue Ketan Talam Durian sepanjang 1 kilometer yang resmi dinobatkan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Kue Ketan Talam Durian Terpanjang di Dunia.

Pencapaian tersebut tidak hanya menjadi ajang pemecahan rekor, tetapi juga merupakan upaya besar Pemerintah Kota Pekanbaru untuk memperkenalkan Kue Ketan Talam Durian sebagai ikon kuliner khas daerah yang merepresentasikan kekayaan budaya Melayu dan melimpahnya hasil durian Provinsi Riau.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Melalui festival ini, Pekanbaru ingin membangun identitas kuliner yang kuat, sebagaimana Palembang dikenal dengan pempek, Yogyakarta dengan bakpia, dan Medan dengan bika ambon. Kue Ketan Talam Durian diharapkan dapat menjadi kuliner yang langsung diingat masyarakat ketika mendengar nama Kota Pekanbaru.

Selain menyajikan Kue Ketan Talam Durian sepanjang 1 kilometer, festival tersebut juga membagikan 3.000 buah durian gratis kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat menikmati langsung cita rasa durian yang menjadi bahan utama kuliner khas tersebut.

Antusiasme masyarakat terhadap festival ini ternyata jauh melampaui ekspektasi panitia. Jika sebelumnya jumlah pengunjung diperkirakan berkisar antara 5.000 hingga 10.000 orang, kenyataannya lebih dari 80.000 warga memadati sepanjang Jalan Jenderal Sudirman untuk menyaksikan dan menikmati kemeriahan acara.

Pengunjung tidak hanya berasal dari Kota Pekanbaru, tetapi juga datang dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau serta sejumlah daerah lainnya di Indonesia. Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengaku terharu dan bangga melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam festival tersebut.

“Jujur, ini di luar ekspektasi kami. Awalnya kami memperkirakan beberapa ribu orang saja yang hadir. Ternyata masyarakat yang datang membludak hingga puluhan ribu orang. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat mencintai kuliner tradisional dan bangga terhadap identitas daerahnya,” ujar Agung.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas sejumlah kendala yang terjadi selama acara berlangsung, termasuk kemacetan lalu lintas dan keterbatasan jumlah kue maupun durian yang dibagikan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Pekanbaru yang terdampak kemacetan sejak pagi hari. Kami juga memohon maaf kepada masyarakat yang mungkin belum sempat mendapatkan Kue Ketan Talam Durian maupun durian yang dibagikan. Antusiasme masyarakat benar-benar di luar perkiraan kami,” katanya.

Menurut Agung, tujuan utama penyelenggaraan festival ini bukan sekadar mengejar rekor dunia, melainkan membangun kebanggaan masyarakat terhadap warisan kuliner daerah sekaligus memperkuat identitas Kota Pekanbaru di tingkat nasional.

“Tujuan terbesar kegiatan ini adalah memperkenalkan Kue Ketan Talam Durian sebagai ikon kuliner Pekanbaru. Kami ingin ketika orang mendengar nama Pekanbaru, mereka langsung teringat pada Kue Ketan Talam Durian, sebagaimana orang mengingat Palembang dengan pempek atau Jogja dengan bakpia,” ungkapnya.

Agung menambahkan, keberhasilan festival tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pelaku UMKM, sponsor, relawan, hingga masyarakat yang turut mendukung penyelenggaraan acara.

Ia berharap capaian rekor dunia ini dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan Kue Ketan Talam Durian ke tingkat yang lebih luas sekaligus mendorong pertumbuhan sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Kota Pekanbaru.

“Rekor dunia ini bukan milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat Pekanbaru. Ini adalah hadiah Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 untuk masyarakat. Semoga Kue Ketan Talam Durian semakin dikenal, dicintai, dan menjadi kebanggaan bersama yang mampu mengangkat UMKM, pariwisata, serta ekonomi kreatif Kota Pekanbaru hingga tingkat nasional dan dunia,” tutupnya. (*)

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |