Dorong Kemandirian Ekonomi, Pemkot Malang Bekali Pekerja Industri Tembakau Keterampilan OIah Ikan

9 hours ago 4

INFO TEMPO - Pemerintah Kota Malang berupaya memperkuat kapasitas pekerja sektor Industri Hasil Tembakau (IHT) melalui pemberian keterampilan alternatif yang berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif maupun usaha mandiri. Melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), program ini diharapkan dapat membuka peluang sekaligus menjadi bekal bagi pekerja untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas sumber pendapatan.

Salah satunya melalui pelatihan pengolahan ikan. Pilihan ini tidak hanya mempertimbangkan keterampilan yang dapat dipelajari secara praktis, tetapi juga peluang pengembangan produk pangan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan keterampilan alternatif diperlukan untuk memperluas kompetensi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi para pekerja IHT.

“Melalui penguasaan teknik pengolahan ikan yang baik, higienis, dan sesuai standar, para karyawan diharapkan mampu memanfaatkan potensi diri untuk kegiatan produktif lainnya. Keterampilan ini dapat menjadi bekal usaha sampingan maupun pengembangan bisnis di masa depan,” kata Eko.

Pelatihan tersebut menyasar karyawan pabrik rokok di Kota Malang. Sebagian peserta sebelumnya telah memperoleh bantuan modal usaha berupa peralatan kerja. Penguatan melalui pelatihan menjadi bagian lanjutan agar bantuan yang diterima tidak berhenti sebagai fasilitas, tetapi dapat diikuti dengan peningkatan kemampuan dalam mengelola dan mengembangkan kegiatan produktif.

Dalam prosesnya, peserta mendapatkan pendampingan dari instruktur berpengalaman. Materi tidak hanya berfokus pada cara mengolah bahan pangan, tetapi juga mencakup penerapan higiene dan sanitasi. Peserta kemudian diajak mempraktikkan langsung pengolahan ikan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi dipasarkan.

Pengetahuan mengenai kebersihan dan keamanan pangan menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Sebab, produk olahan yang memiliki peluang pasar bukan hanya ditentukan oleh rasa, tetapi juga kualitas, keamanan, konsistensi, dan cara pengolahannya.

Di sisi lain, keterampilan mengolah bahan pangan memberikan ruang kreativitas yang cukup luas. Ikan dapat dikembangkan menjadi berbagai produk dengan bentuk, rasa, dan kemasan yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Dari sinilah keterampilan sederhana dapat berkembang menjadi gagasan usaha apabila dikelola secara konsisten.

Program pemberdayaan tersebut memanfaatkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebagai bagian dari upaya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang berkaitan dengan sektor IHT. Pemberian keterampilan alternatif menjadi salah satu bentuk penguatan kapasitas agar pekerja memiliki bekal produktif yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Diskopindag, tujuan akhirnya bukan semata-mata menghasilkan peserta yang mampu membuat produk olahan ikan. Lebih jauh, keterampilan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keberanian untuk mencoba, mengembangkan kemampuan, dan melihat peluang ekonomi dari potensi yang dimiliki.

“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada teori dan praktik semata, tetapi benar-benar mampu mendorong peningkatan produktivitas serta kemandirian ekonomi bagi para pekerja dan keluarganya secara berkelanjutan,” kata Eko. (*)

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |