Pemkot Malang Gelar Pelatihan Pembuatan Minuman Kekinian untuk Karyawan Industri Hasil Tembakau

8 hours ago 4

INFO TEMPO - Pemerintah Kota Malang memberikan pelatihan pembuatan minuman kekinian bagi karyawan Industri Hasil Tembakau (IHT) sebagai bagian dari penguatan keterampilan alternatif. Program ini ditujukan untuk memperluas peluang usaha sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan, pelatihan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka ruang bagi peserta untuk mengembangkan potensi usaha sesuai peluang yang ada. Pelatihan tersebut membekali peserta dengan keterampilan praktis sekaligus pengetahuan dasar pengelolaan produk.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kami ingin keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Minuman kekinian memiliki pasar yang cukup terbuka di Kota Malang sehingga keterampilan ini diharapkan bisa memberikan nilai tambah bagi peserta,” jelas Eko.

Peserta pelatihan merupakan karyawan pabrik rokok di Kota Malang yang sebelumnya juga telah mendapatkan bantuan modal usaha berupa bantuan alat. Melalui pelatihan, mereka memperoleh pembekalan teknis mengenai pembuatan berbagai jenis minuman kekinian, sekaligus pemahaman mengenai higiene dan sanitasi dalam proses pengolahan.

Pilihan pada produk minuman bukan tanpa alasan. Kota Malang memiliki ekosistem pasar yang dinamis, didukung keberadaan perguruan tinggi, pelajar, masyarakat urban, serta aktivitas pariwisata. Kondisi tersebut menghadirkan beragam peluang bagi produk makanan dan minuman untuk dikembangkan, termasuk dalam skala usaha rumahan.

Kopi, susu, teh, buah, hingga berbagai kreasi minuman lainnya dapat menjadi produk yang dikembangkan dengan menyesuaikan selera dan kebutuhan konsumen. Namun, peluang pasar juga menuntut pelaku usaha untuk mampu menjaga kualitas dan terus berinovasi.

Karena itu, keterampilan teknis menjadi bagian awal dari proses. Peserta juga perlu memahami pentingnya kebersihan, konsistensi produk, pengemasan, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing.

“Selain keterampilan teknis, peserta juga perlu memahami bagaimana menjaga kualitas, kebersihan, serta melakukan inovasi produk agar mampu mengikuti kebutuhan pasar. Harapannya, keterampilan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal untuk meningkatkan produktivitas serta kemandirian ekonomi,” ujar Eko.

Bagi pemerintah daerah, pemberdayaan karyawan IHT melalui keterampilan alternatif merupakan bagian dari upaya untuk membangun kemampuan yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang, baik untuk menunjang pendapatan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

“Kami berharap keterampilan yang diberikan dapat benar-benar dimanfaatkan dan dikembangkan oleh peserta. Dengan begitu, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan, tetapi juga dapat membuka peluang usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi,” ujar Eko. (*)

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |