GRIB Jaya: Kami dan Ahmad Bahar Sebenarnya Sudah Berdamai

5 hours ago 3

GERAKAN Rakyat Indonesia Bersatu atau GRIB Jaya buka suara soal polemik dengan penulis, Ahmad Bahar. Permasalahan itu diduga berawal dari pengepungan rumah Ahmad Bahar oleh anggota GRIB Jaya di Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Ahad siang, 17 Mei 2026.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP GRIB Jaya, Wilson Colling, mengatakan kedua belah pihak sebetulnya sepakat berdamai setelah kejadian. "Proses itu menghasilkan Surat Pernyataan Bersama yang ditandatangani pada 17 Mei 2026," kata Wilson dalam keterangannya pada Kamis, 21 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Berdasarkan salinan surat yang diperoleh Tempo, Ahmad Bahar menyatakan permohonan maaf atas komentar dan video yang dinilai menghina Ketua Umum DPP GRIB Jaya, Rosario de Marshal alias Hercules. Wilson mengatakan, Ahmad Bahar juga sudah menyampaikan permohonan maaf terbuka secara langsung kepada Hercules di kawasan Megaria, Jakarta Pusat.

"Namun, suasana damai yang sempat tercipta itu tidak berlangsung lama," ucap Wilson. 

Menurutnya, belakangan muncul berbagai narasi di media sosial maupun media lainnya yang dianggap memutarbalikkan fakta. Narasi itu diklaim mencoba membangun opini seolah-olah pihak tertentu menjadi korban intimidasi oleh GRIB Jaya. 

Wilson menilai munculnya narasi itu berpotensi menimbulkan persepsi keliru di masyarakat dan memperkeruh suasana. "Sekaligus memperluas konflik yang sebelumnya telah disepakati untuk diselesaikan secara damai," kata Wilson. 

Ketua Riset dan Advokasi Publik LBH AP PP Muhammadiyah sekaligus kuasa hukum Ahmad Bahar, Gufroni mengatakan ada alasan tertentu kenapa kliennya kembali bereaksi setelah pernyataan damai. Musababnya, Ahmad Bahar diduga diintimidasi oleh Hercules dan anggota GRIB Jaya lainnya. 

Menurut Gufroni, anak kliennya itu dibawa ke markas GRIB Jaya dan diinterogasi hingga dini hari. "Kalau dia tahu ada intimidasi, enggak mau dia tanda tangan surat perdamaian," ucap Gufroni kepada Tempo, Kamis, 21 Mei 2026.

Sebelumnya dalam insiden pengepungan, anak Ahmad Bahar bernama Ilma Sani Fitriana dibawa oleh rombongan GRIB Jaya. Dia dibawa lantaran massa gagal menemui Ahmad Bahar yang tidak ada di lokasi. 

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Metropolitan Depok atau Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Made Budi, mengatakan warga telah melaporkan peristiwa itu ke polisi. “Di mana rumah Bapak Ahmad Bahar didatangi Pak Hercules, Ketua Umum GRIB Jaya,” ujar Made dalam keterangannya pada Selasa, 19 Mei 2026.

Oyuk Ivani Siagian ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |