INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 204,9 poin atau 2,86 persen ke level 6.969,40 pada penutupan perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan koreksi IHSG sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa global di tengah sentimen eksternal dan tekanan pada saham-saham berbasis tambang.
“Ini sejalan dengan mayoritas bursa global dan regional Asia yang terkoreksi, di mana hal ini disebabkan oleh perundingan AS (Amerika Serikat) dan Iran yang belum menemukan jalan tengahnya. Dan kalau dilihat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga kembali melemah,” kata Herditya, seperti dikutip dari Antara.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Herditya menjelaskan secara teknikal IHSG memang masih memiliki potensi melanjutkan pelemahan. Selain faktor global, tekanan terbesar juga datang dari emiten berbasis metal mining setelah munculnya usulan kenaikan royalti mineral dan batu bara (minerba) oleh pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan skema royalti progresif baru untuk sejumlah komoditas mineral utama. “Skema ini mencakup kenaikan batas atas royalti serta penyesuaian rentang harga guna mengoptimalkan penerimaan negara saat harga komoditas naik,” tutur Herditya.
Dalam usulan tersebut, royalti konsentrat tembaga direvisi dari sebelumnya flat 7-10 persen menjadi 9-13 persen. Sedangkan royalti katoda tembaga naik dari 4-7 persen menjadi 7-10 persen.
Royalti emas juga diusulkan bertambah dari 7-16 persen menjadi 14-20 persen yang disertai tambahan rentang harga baru hingga di atas 5.000 dolar AS per ons. Sementara itu, royalti perak berubah dari flat 5 persen menjadi progresif 5-8 persen. Lalu royalti timah naik dari 3-10 persen menjadi progresif 5-20 persen.
Untuk bijih nikel, tarif royalti tetap berada di kisaran 14-19 persen. Namun interval harga disesuaikan lebih rendah sehingga kenaikan tarif berpotensi terjadi lebih cepat.
Sentimen tersebut tercermin dari turunnya sektor bahan baku komoditas atau IDXBASIC sebesar 7,80 persen yang diikuti sektor energi atau IDXENERGY turun 4,59 persen. Kemudian sektor transportasi atau IDXTRANS yang melemah 5,72 persen.
Adapun sepanjang perdagangan, tercatat sebanyak 138 saham menguat, 607 saham melemah, dan 214 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp 12.405 triliun.
Aktivitas perdagangan tercatat 54,39 miliar saham berpindah tangan melalui 2,8 juta transaksi. Sementara nilai transaksi tercatat mencapai Rp 36,07 triliun.

















































