Iran Putuskan Komunikasi Usai Ancaman Ekstrem Trump

5 hours ago 4

IRAN telah menutup semua saluran komunikasi diplomatik dan tidak langsung dengan Amerika Serikat, demikian dilaporkan oleh Teheran Times yang dikelola pemerintah pada Selasa 7 April 2026 seperti dilansir The Independent.

Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengancam bahwa "seluruh peradaban akan mati malam ini" dalam ancaman eskalasi perang terbaru.

Pesan tersebut merupakan retorika publiknya yang paling ekstrem hingga saat ini terhadap Iran. Pesan ini muncul kurang dari 12 jam sebelum ia mengatakan Amerika Serikat akan melancarkan serangan terhadap infrastruktur Iran atas gangguan berkelanjutan Teheran terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz.

Kendati demikian, The Wall Street Journal, mengutip pejabat Timur Tengah seperti dilansir ET melaporkan bahwa negosiasi tidak langsung melalui mediator gencatan senjata tetap berlangsung.

Langkah tersebut, yang digambarkan oleh para pejabat sebagai sinyal kemarahan yang diperhitungkan, telah mempersulit upaya untuk mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu pukul 8 malam waktu Washington yang ditetapkan Trump, meskipun hal itu belum sepenuhnya menggagalkan pembicaraan.

Menurut laporan The Wall Street Journal, masih belum jelas apakah saluran komunikasi langsung antara Washington dan Teheran akan dipulihkan sebelum batas waktu yang ditentukan.

Kemarahan Internal

Ancaman ekstrem Trump dengan cepat memicu reaksi keras dari dalam negeri.

Senator Demokrat Chuck Schumer menyebut presiden sebagai "individu yang sangat sakit jiwa."

Ia menulis, "Setiap Republikan yang menolak untuk bergabung dengan kami dalam memberikan suara menentang perang pilihan yang sembrono ini akan menanggung setiap konsekuensi dari apa pun yang terjadi."

Mantan anggota Kongres dari Partai Republik yang dulu merupakan pendukung Trump, Marjorie Taylor Greene, mengutuk ancaman tersebut. "AMANDEMEN KE-25!!! Tidak ada satu pun bom yang dijatuhkan di Amerika. Kita tidak dapat membunuh seluruh peradaban. Ini adalah kejahatan dan kegilaan,” tulis dia merujuk pada pasal untuk pemakzulan presiden.

Politikus Demokrat lainnya, termasuk Senator Ed Markey, dari Massachusetts, dan anggota DPR AS Rashida Tlaib, dari Michigan, juga menyerukan pemakzulan atau pemberhentian presiden dari jabatannya.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |