DEPUTI Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengomentari penilaian terbaru dari Standard & Poor's Global Ratings (S&P). Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi nasional tetap diakui di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Jadi, dengan rating S&P yang kemarin, Indonesia itu masih berada di peringkat layak investasi atau investment grade," kata Ferry dalam Risk and Governance Summit 2026 di Hotel Bidakara Jakarta, pada Selasa, 14 Juli 2026.
S&P Global Ratings pada Senin lalu mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan prospek stabil. Dalam laporannya, S&P menilai prospek tersebut didukung oleh ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global serta prospek fiskal yang tetap terjaga. Peringkat BBB menempatkan Indonesia pada kategori investment grade atau layak investasi.
Ferry mengatakan status tersebut tidak hanya dipertahankan oleh S&P tetapi juga oleh dua lembaga pemeringkat internasional lainnya Moody's dan Fitch. Menurut dia, S&P juga mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level tripel B dengan prospek stabil. Penilaian itu, kata Ferry, mencerminkan kepercayaan lembaga pemeringkat terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi dunia.
Ia mengatakan berbagai lembaga internasional juga masih memberikan proyeksi positif terhadap perekonomian Indonesia. Dana Moneter Internasional (IMF) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen pada 2026, sedangkan Bank Asia Pembangunan (ADB) masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen.
Menurut Ferry, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa ketahanan ekonomi Indonesia masih terjaga dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan yang justru mengalami penurunan proyeksi pertumbuhan.
Lebih jauh, Ferry menilai momentum tersebut harus dijaga melalui penguatan tata kelola dan kebijakan yang konsisten. Menurut dia, peningkatan efektivitas kelembagaan, transparansi, kepastian kebijakan, serta penguatan infrastruktur pasar keuangan menjadi fondasi untuk mempertahankan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


















































