Komisi X DPR Minta Pemerintah Kaji Rencana Bahasa Prancis

7 hours ago 8

WAKIL Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan rencana penerapan pembelajaran bahasa Prancis di sekolah-sekolah. Rencana itu disebut merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Meskipun penguatan kemampuan berbahasa asing penting, Lalu Hadrian menilai pemerintah jangan gegabah mencetuskan kebijakan tanpa mempertimbangkan kesiapan sistem pendidikan nasional. “Karena sebelumnya juga sempat muncul isu Bahasa Portugis, namun sampai sekarang belum terlihat tindak lanjut baik dari sisi roadmap, regulasi, maupun kesiapan implementasinya,” kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini dalam keterangan tertulis pada Jumat, 29 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Lalu Hadrian, setiap kebijakan pendidikan harus disusun berdasarkan kebutuhan nasional, memastikan kesiapan tenaga pendidik, kurikulum dan manfaat nyata bagi para siswa. Dia mewanti-wanti agar pernyataan Presiden Prabowo di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron bukan hanya menjadi bagian agenda diplomasi internasional semata. “Jangan sampai publik melihat kebijakan ini hanya sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional tanpa perencanaan pendidikan yang matang,” tutur Lalu.

Dalam rapat kerja mendatang dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Komisi X DPR akan meminta penjelasan lengkap mengenai rencana tersebut dalam kebijakan pendidikan nasional. Jika kesiapan implementasinya belum memadai, Lalu Hadrian mendorong agar pengajaran Bahasa Prancis dilakukan secara bertahap daripada serentak di semua sekolah. “Jika kesiapan belum menyeluruh, penerapannya sebaiknya dilakukan secara bertahap, sebagai mata pelajaran pilihan, atau program khusus di sekolah tertentu,” kata dia.

Prabowo menginstruksikan sekolah-sekolah di Tanah Air untuk menerapkan pembelajaran bahasa Prancis. Prabowo menyampaikan hal itu ketika berjumpa dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée di Paris, Prancis. Prabowo awalnya mengklaim bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di berbagai sektor dalam keadaan yang sangat baik. Ia pun mengaku ingin meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan.

“Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” ucap Prabowo pada Kamis sore, 28 Mei 2026, sebagaimana disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Prabowo, hubungan bilateral yang erat antara Indonesia dan Prancis tak terlepas dari dukungan langsung Presiden Macron. Ia pun meyakini bahwa dalam situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian, ketegangan, dan konflik, kedua negara dapat memainkan peranan yang positif.

Kemendikdasmen menyatakan akan mengkaji perintah Prabowo. “Kami akan pelajari dan akan menindaklanjuti arahan Bapak Presiden,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat saat dihubungi, Jumat, 29 Mei 2026.

Prabowo sebelumnya juga pernah menginstruksikan agar bahasa Portugis diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia. Instruksi itu disampaikan saat pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta, pada 23 Oktober 2025. Saat itu Prabowo menyebut bahasa Portugis salah satu prioritas pengajaran bahasa asing di pendidikan Indonesia sebagai bagian dari penguatan hubungan dengan Brasil.

Ervana Trikarinaputri dan Dinda Shabrina berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |