Kulit Kering saat Berpuasa, Pahami Tanda dan Cara Mengatasinya

3 hours ago 2

CANTIKA.COMJakarta - Selama bulan Ramadan, tubuh kita melakukan adaptasi besar terhadap perubahan pola makan dan minum. Tak hanya metabolisme, kulit pun ikut merasakan dampaknya yakni kulit kering. Tapi kabar baiknya, efek puasa pada kulit tidak selalu negatif.

Menurut dermatologist dr. Amanda Nandi Wardani, perubahan ini justru bisa membawa manfaat jika disikapi dengan tepat. Saat berpuasa, kadar hormon insulin cenderung lebih terkontrol. Biasanya, ketika kita mengonsumsi makanan manis, hormon insulin akan melonjak (spike). Namun selama puasa, lonjakan ini lebih stabil.

“Tubuh mengalami adaptasi terhadap pola makan dan pola minum kita. Termasuk kulit, itu juga mengalami adaptasi besar-besaran,” jelas dr. Amanda.

Apa dampaknya untuk kulit? Ketika insulin berada dalam batas normal, kondisi kulit yang mudah iritasi, kemerahan, atau gatal bisa menjadi lebih terkendali. Artinya, bagi sebagian orang, puasa justru membantu menenangkan kulit.

Vaseline merilis kampanye Ramadan melalui #JamBukaVaseline dan merilis “Gluta-Hya Hydration Clinic”, event pertama di Indonesia yang menghadirkan pengalaman imersif beauty clinic di tengah Oasis, digelar di Atrium Mall Kota Kasablanka, 20 Februari hingga 1 Maret 2026/Foto: Doc. Vaseline

Efek “Detoks” dan Regenerasi Kulit

Tak hanya soal hormon, dr. Amanda juga menjelaskan bahwa selama berpuasa, sel-sel tubuh mengalami proses detoksifikasi alami. “Sel kulit juga mengalami detoks. Di situ terjadi regenerasi sel yang lebih optimal, sehingga produksi kolagen bisa meningkat,” ujarnya.

Regenerasi yang baik berarti kulit berpotensi terlihat lebih sehat, kenyal, dan segar. Inilah alasan mengapa sebagian orang merasa kulitnya justru tampak lebih glowing saat berpuasa.

Namun, ada satu hal penting yang tidak boleh diabaikan yakni risiko dehidrasi saat puasa. Masalah utama yang sering muncul selama Ramadan adalah berkurangnya asupan cairan. “Ketika hidrasi dari minuman terbatas, risiko yang paling sering terjadi adalah dehidrasi pada kulit,” kata dr. Amanda.

Ia mengibaratkan kondisi ini seperti gurun pasir yang kekurangan air. Tanpa hidrasi cukup, kulit bisa menjadi semakin kering, tampak kusam, bahkan terasa kasar atau “tanggus”.

Karena itu, meski asupan cairan secara oral terbatas, hidrasi dari luar tetap harus dimaksimalkan melalui skincare yang tepat.

Tanda Kulit Kering Kurang Terhidrasi

Bagaimana cara mengenali kulit yang mulai dehidrasi? Menurut dr. Amanda, ada beberapa tanda yang bisa dilihat secara kasat mata:

1. Guratan atau relief kulit tampak lebih jelas
2. Kulit terlihat kering dan kasar
3. Mengelupas atau bersisik
4. Muncul kemerahan, iritasi, atau bruntusan
5. Skin barrier mulai terganggu

Selain itu, ada tes sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah. “Coba lakukan goresan ringan di permukaan kulit, misalnya dengan kuku atau ujung benda tumpul seperti pulpen. Kalau muncul garis putih yang bertahan beberapa saat disebut white dermographism itu bisa menjadi tanda kulit kurang terhidrasi,” jelasnya.

Kunci Merawat Kulit Saat Ramadan

Agar kulit tetap sehat selama puasa, dr. Amanda menyarankan untuk:

1. Memastikan asupan cairan cukup saat sahur dan berbuka
2. Menggunakan pelembap dengan kandungan humektan seperti hyaluronic acid
3. Menghindari skincare yang terlalu eksfoliatif
4. Menjaga skin barrier tetap kuat

Puasa memang membawa perubahan pada tubuh, tetapi dengan perawatan yang tepat, efeknya bisa lebih banyak positif daripada negatif. Karena pada akhirnya, seperti kata dr. Amanda, tubuh kita diciptakan dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa tinggal bagaimana kita membantunya bekerja dengan optimal.

Pilihan Editor: 7 Rekomendasi Pelembap Wajah bagi Pemilik Kulit Kering, Cocok untuk Musim Hujan

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |