CANTIKA.COM, Jakarta - Biasanya banyak orang fokus pada apa yang dimakan, tetapi jarang memperhatikan urutan makan. Padahal, cara sederhana tersebut bisa memberi dampak signifikan pada kadar gula darah seseorang setelah makan. Ahli sains nutrisi (MS) sekaligus koordinator dukungan nutrisi di Tufts Medical Center, Grace Phelan, menjelaskan bahwa urutan makanan berperan penting dalam respons tubuh terhadap glukosa.
“Studi menunjukkan bahwa urutan makanan yang dimakan saat makan dapat memengaruhi kadar gula darah pasca makan,” kata Grace Phelan, dilansir dari EatingWell.
Lebih lanjut dijelaskan, langkah pertama yang dianjurkan saat makan adalah mengonsumsi sayuran non-tepung kaya serat, yang membantu memperlambat proses pencernaan karbohidrat.“Memakannya lebih awal saat makan dapat membantu memoderasi gula darah dengan menciptakan peningkatan glukosa yang lebih lambat dan bertahap,” imbuh Phelan.
Ya, serat yang masuk lebih dulu akan menciptakan semacam lapisan pelindung di sistem pencernaan dan membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah.
Lanjutkan dengan Protein dan Lemak
Setelah sayuran masuk, kamu bisa melanjutkan makan dengan menyantap sumber protein dan lemak seperti ayam panggang, ikan, telur, atau tahu. Kombinasi ini akan membantu memperlambat pengosongan lambung secara alami, sehingga pelepasan glukosa menjadi lebih stabil.
“Hal ini, pada gilirannya, dapat menumpulkan lonjakan gula darah," jelas ahli diet terdaftar (RD) dari Health For Life Medical Centre, Avery Zenker. Lebih lanjut dikatakan protein juga merangsang pelepasan hormon usus GLP-1 yang membantu tubuh memproduksi insulin lebih efisien sekaligus menekan nafsu makan. “Strategi ini mungkin juga bermanfaat untuk kondisi kesehatan lain yang terkait dengan resistensi insulin,” tambah Zenker.
Karbohidrat di Urutan Terakhir
Makanan kaya karbohidrat seperti nasi atau kentang disarankan untuk disantap paling akhir karena serat dan protein yang sudah lebih dulu masuk akan bertindak sebagai penyangga (buffer), memperlambat proses penyerapan gula. “Alih-alih mendapatkan aliran karbohidrat cepat, gula membutuhkan waktu untuk berpindah melalui perut sebelum diserap,” kata Zenker.
Pendekatan ini bukan sekadar teori, penelitian menunjukkan metode urutan makan ini mampu menurunkan lonjakan gula darah hingga 44 persen pada penderita diabetes tipe 2. Tak hanya urutan makan, kebiasaan kecil setelah makan juga berpengaruh pada lonjakan gula darah. Melakukan jalan kaki ringan selama 10 menit usai makan pun dapat membantu otot menyerap glukosa tanpa memerlukan banyak insulin.
Perlu diketahui juga bahwa strategi ini tidak harus dilakukan secara sempurna, “Ini tidak perlu sempurna, cukup mulai makan dengan makanan kaya serat dan protein untuk membuat perbedaan nyata,” tutur Phelan. Dengan perubahan sederhana pada urutan makan, tubuh bisa merespons gula darah dengan lebih stabil, dan menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
Pilihan Editor: Efek Merugikan Telat Makan Bagi Kesehatan dan Tubuh
ANTARA
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.


















































