INFO TEMPO - “Halo Guys, welcome back with me, Charlos Imanuel Titiahiy. Hari ini Charlos mengajak teman-teman semuanya untuk mengunjungi tempat wisata di Halmahera Barat. Tepatnya di Tanjung Rappa Pelangi!” ucapnya.
Charlos adalah siswa SMA Negeri 1 Kabupaten Halmahera Barat, yang menjadi salah satu dari 116 peserta workshop “Shoot, Edit, Upload: Pelatihan Bikin Konten Keren dari Smartphone” yang diselenggarakan oleh Tempo Inti Media Impresario bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di SMP Negeri 1, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, Kamis, 16 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dalam konten Instagram Reels berdurasi 58 detik ini, Charlos menghadirkan cerita visual tentang Tanjung Rappa Pelangi, yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Jailolo. Konten dengan angle pengambilan video yang menarik disertai narasi informatif tersebut membawanya menjadi juara pertama dalam workshop tersebut.
Di tengah pesatnya arus digital, pelatihan ini hadir sebagai ruang belajar sekaligus pendorong bagi generasi muda di daerah untuk memanfaatkan teknologi secara produktif. Bupati Halmahera Barat, James Uang, menegaskan bahwa era saat ini telah mengubah cara orang berkarya dan berdaya. “Hari ini kita hidup di zaman di mana satu video dari handphone bisa menjangkau dunia,” ujarnya dalam sambutan di lokasi kegiatan.
Menurut James, workshop ini lebih dari pelatihan teknis, karena menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda Halmahera Barat. Ia pun melihat potensi besar dari para peserta yang hadir, mulai dari pelajar, guru, hingga pelaku kreatif, sebagai energi baru untuk mendorong lahirnya konten-konten yang mengangkat kekayaan lokal.
“Halmahera Barat tidak hanya akan dikenal sebagai daerah yang kaya alam, tetapi juga kaya kreativitas dan inovasi digital,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa menjadi kreator bukan semata soal popularitas, melainkan tentang menyampaikan nilai dan memberi dampak positif.
Sementara itu Kepala SMP Negeri 1 Jailolo, Halil Taib, menyebut kepercayaan untuk menjadikan sekolahnya sebagai lokasi pelatihan sebagai kebanggaan tersendiri. Sekolah yang berdiri sejak 1960 itu, menurut dia, kini dihadapkan pada tantangan baru di era digital.
Kegiatan workshop Konten Keren dari Smartphone di SMP Negeri 1 Jailolo, Maluku Utara, 16 April 2026. Dok. Tempo Impresario
“Yang diperlukan bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi bagaimana memanfaatkannya untuk hal-hal yang membangun,” ujar Halil. Ia berharap para siswa dapat mengambil kesempatan ini untuk menjadi kreator yang tidak hanya aktif, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan.
Direktur Tempo Inti Media Impresario, Ali Nur Yasin, menilai dunia digital telah menjadi ruang yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, pemanfaatannya masih belum merata. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BAKTI Komdigi, Tempo berupaya menghadirkan pelatihan yang mendorong pemanfaatan teknologi secara lebih bijak dan produktif.
“Smartphone yang kita pegang bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga alat untuk berkarya dan bercerita,” kata Ali. Ia menyoroti potensi besar Jailolo, terutama dalam aspek budaya dan pariwisata, yang dinilai kuat untuk diangkat menjadi konten kreatif.
Workshop ini sekaligus membuka peluang bagi generasi muda di Jailolo untuk tampil dan memperkenalkan identitas daerahnya ke publik yang lebih luas. Dari ruang kelas sederhana, para peserta diajak melihat bahwa panggung mereka tidak lagi terbatas secara geografis, melainkan terbuka hingga tingkat global.
Dari kiri, Direktur Tempo Impresario Ali Nur Yasin, Kepala Dinas Kominfo Sahmi Salim, peserta terbaik 1 Charlos Imanuel Titiahy, peserta terbaik 2 Maariz Sigit Abd Rahman, peserta terbaik 3 Meidi Toory dan Kepala Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Jailolo Halil Taib, Kamis, 16 April 2026. Dok. Tempo Impresario
Dengan pendekatan praktis, mulai dari teknik pengambilan gambar, penyuntingan, hingga distribusi konten, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya kreator-kreator digital dari Halmahera Barat yang mampu bersaing di era ekonomi kreatif.
Dalam sambutannya ketika membuka rangkaian workshop yang berlangsung di Provinsi Maluku Utara ini, Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar mengungkapkan, data Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) menunjukkan masih besarnya kesenjangan dalam literasi dan pemanfaatan teknologi, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Hal tersebut menjadi pengingat bahwa transformasi digital bukan hanya persoalan jaringan dan infrastruktur, melainkan faktor sumber daya manusia. “Bersama Tempo Inti Media Impresario, kami berharap generasi muda dapat menjadi duta digital yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tapi juga mampu membawa cerita daerahnya dengan penuh rasa bangga,” ucapnya.(*)

















































