Menlu Iran-Turki Bahas Konflik dan Negosiasi dengan AS

5 hours ago 5

MENTERI Luar Negeri (menlu) Turki Hakan Fidan berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin, 1 Juni 2026. Pembicaraan itu membahas perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah serta proses negosiasi yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat.

Menurut laporan Anadolu pada Senin, sumber Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan kedua menteri bertukar pandangan mengenai situasi regional dan meninjau kondisi terkini perundingan antara Teheran dan Washington. Namun, sumber tersebut tidak mengungkap rincian lebih lanjut mengenai isi percakapan.

Diplomasi untuk Akhiri Konflik

Pembicaraan kedua menteri berlangsung di tengah meningkatnya upaya diplomatik untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran yang, menurut laporan Yeni Safak, dimulai pada 28 Februari lalu. Konflik tersebut telah memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan keamanan jalur energi global.

Pakistan saat ini diketahui berperan sebagai mediator antara Washington dan Teheran. Sejumlah laporan yang dikutip Yeni Safak menyebut peluang tercapainya kesepakatan semakin terbuka, termasuk terkait pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi salah satu isu paling krusial dalam konflik tersebut.

Sejak perang pecah, Turki terus menjaga komunikasi dengan kedua pihak. Ankara juga menyatakan dukungannya terhadap upaya mediasi yang dilakukan Pakistan guna mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

Kontak Fidan dengan Araghchi terjadi tidak lama setelah diplomat tertinggi Turki itu melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di Swedia pada pekan lalu.

Peran Turki dalam Mendorong Deeskalasi

Meski tidak ada rincian resmi mengenai isi percakapan Fidan dan Araghchi, pemerintah Turki selama ini secara konsisten menyerukan deeskalasi konflik. Ankara juga mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz dan tercapainya kesepakatan menyeluruh yang mencakup isu program nuklir serta rudal Iran.

Turki juga tengah bersiap menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi NATO pada Juli mendatang. Dampak perang Iran terhadap keamanan energi dan soliditas aliansi diperkirakan menjadi salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |