KETUA Panitia Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 I Putu Winastra mengatakan pameran perjalanan wisata tahun ini mengubah target pasar ke negara-negara terdekat. “Dari arahan Gubernur Bali dan juga kementerian agar kita menggeser pasar-pasar yang akan kita cari, alih-alih mencari pasar jarak jauh, kita mencoba mencari yang jarak dekat,” kata Winastra, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 29 Mei 2026.
Dampaknya, dari yang biasanya pelaku perjalanan wisata Eropa yang memadati BBTF, tahun ini lebih banyak dihadiri dari Asia Tenggara, Asia, dan Afrika. Jika dilihat dari jumlah keterlibatan peserta, buyers pada BBTF 2026 mencapai 407 operator wisata.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Mereka berasal dari 44 negara dan 286 sellers atau penjual paket wisata yang terdiri dari empat negara terutama Indonesia. Jumlah ini meningkat dari ekspektasi, seperti target buyers 400 operator tur dan sellers yang ditarget 250 eksibitor.
Winastra menilai lonjakan ini sebagai sebuah kebanggaan di tengah situasi geopolitik yang awalnya membuat para pelaku usaha di bidang perjalanan wisata merasa pesimistis. Namun meski berhasil melampaui target jumlah peserta, ia meyakini akan sulit melampaui target nilai transaksi. Sebab pembelian oleh pasar Asia akan berbeda dengan Eropa,
“Jadi dari sisi jumlah kita sebenarnya melebihi daripada target, namun tentu dari operator tur yang hadir tidak bisa disamakan dengan pasar-pasar yang jarak jauh sehingga memang potensi transaksi yang akan terjadi tentunya pasti di bawah dari ekspektasi kita di awal,” kata dia.
Awalnya para pelaku perjalanan wisata menginginkan transaksi melampaui capaian BBTF 2025 yang sebesar Rp 7,84 triliun. Namun pergeseran pasar menuntut mereka berharap pada angka Rp 6,8 triliun.
“Ketika kami kalkulasi dari seluruh operator tur yang hadir, maka terjadi penurunan sekitar 12 persen dari tahun lalu. Jadi target tahun ini hanya Rp 6,8 triliun. Terjadi penurunan itu memang karena pasar yang kami datangkan memang berbeda dari sebelumnya,” tutur Winastra.
Salah satu pembeda antara minat berwisata wisatawan jarak jauh dengan jarak dekat adalah pada masa lama tinggal. BBTF 2026 yang berlangsung di Bali International Convention Center dari 28-30 Mei ini memotret wisatawan dari negara terdekat lama tinggalnya tak lebih dari satu minggu. Sementara dari negara jauh cenderung tinggal lebih lama sekitar 2-3 minggu.
Untuk memaksimalkan capaian, momentum melemahnya rupiah atas dolar AS juga dimanfaatkan. Salah satunya ialah para sellers Indonesia yang menjual paket perjalanan dalam bentuk mata uang asing akan membuat produknya terasa lebih murah bagi pembeli.














































