MENTERI Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra buka suara soal tren aksi vigilante atau main hakim sendiri yang dilakukan masyarakat belakangan ini. Kasus main hakim sendiri terjadi beberapa kali dalam kurun waktu sepekan terakhir, seperti di Bali dan Morowali.
Yusril menilai maraknya aksi main hakim sendiri diakibatkan minimnya pencegahan dari polisi. "Sehingga massa leluasa memukuli korban," kata Yusril lewat keterangan tertulis pada Rabu 29 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Yusril, polisi tidak boleh membiarkan warga melakukan tindakan di luar hukum secara semena-mena terhadap terduga pelaku "Apabila terus berlanjut, dapat berkembang menjadi pelanggaran hak asasi manusia yang serius," ucap Yusril.
Yusril meminta polisi lebih mengintensifkan kewaspadaan dan melakukan patroli rutin. Polisi juga semestinya bergerak cepat bila terjadi tindak kejahatan, sebelum warga yang emosi melakukan aksi main hakim sendiri.
Sebelumnya, tindakan main hakim sendiri terjadi di Desa Batunya, Tabanan, Bali. Seorang pria berinisial KD tewas diamuk massa akibat dituduh mencuri dua ekor ayam pada Jumat dini hari, 24 Juli 2026 sekitar pukul 01.00 WITA.
Kepala Kepolisian Resor Tabanan, Ajun Komisaris Besar I Putu Bayu Pati, mengatakan KD diduga tertangkap basah sedang membawa kabur ayam ternak milik warga. Korban lalu dipukuli habis-habisan. "Aksi ini mengakibatkan korban meninggal," kata Bayu, pada Selasa, 28 Juli 2026.
Kejadian itu dipicu kemarahan warga yang resah dengan maraknya kehilangan ternak selama beberapa hari terakhir. Maka ketika menangkap basah KD, amarah masyarakat setempat tidak lagi terbendung.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tabanan, Ajun Komisaris Made Teddy Satria Permana, menyatakan telah menetapkan lima tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah MJ, WS, KB, ML, dan ND. "Tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka," ucap Teddy.
Aksi main hakim sendiri juga terjadi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Seorang karyawan PT IMIP berinisial S, tewas diamuk massa akibat dituduh mencuri sepeda motor di salah satu minimarket, pada Sabtu, 25 Juli 2026 kemarin.


















































