PRESIDEN Prabowo Subianto ingin merenovasi Stasiun Kereta Api Gambir di Jakarta Pusat. Prabowo menginstruksikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin untuk mulai membahas rencana tersebut.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, Prabowo memberikan instruksi itu saat bertemu Dudy dan Bobby di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis lalu. "Stasiun Gambir akan direnovasi menjadi simpul transportasi strategis yang lebih modern," kata Teddy dalam keterangannya, dikutip Ahad, 14 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Teddy, renovasi stasiun yang terletak di kawasan Monumen Nasional atau Monas itu ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun. Nantinya, Stasiun Gambir dirancang akan memiliki integrasi antarmoda yang lebih baik, termasuk terintegrasi langsung dengan layanan KRL.
Selain soal renovasi Stasiun Gambir, Prabowo juga meminta Kementerian Perhubungan dan PT KAI untuk menyelesaikan masalah keselamatan di perlintasan sebidang. "Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan adalah prioritas," kata Teddy.
Saat ini, 172 perlintasan sebidang telah ditutup, 490 dalam proses penanganan, dan 1.148 sisanya sudah mulai dipasangi palang pintu. Wilayah Jabodetabek menjadi fokus utama dengan jumlah penanganan terbanyak.
Arahan Presiden Prabowo, kata Teddy, adalah bagian dari upaya pemerintah dalam membangun sistem transportasi publik yang semakin modern, terhubung, dan berstandar keselamatan tinggi. "Melalui pengembangan infrastruktur strategis dan percepatan penanganan titik-titik rawan, pemerintah berupaya menghadirkan layanan transportasi yang lebih aman, nyaman, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat di masa depan," tuturnya.
Selain itu, Kementerian Perhubungan juga melaporkan perkembangan pengembangan jaringan kereta api nasional. Menurut Dudy, sampai saat ini ada sekitar 6.927 kilometer rel kereta api aktif yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Pemerintah menargetkan pembangunan 10.524 kilometer rel kereta, termasuk di wilayah perkotaan.
















































